Anwar Ibrahim Singgung Bung Hatta dalam Diskusi Koperasi

oleh -5 Dilihat
Anwar Ibrahim Singgung Bung Hatta dalam Diskusi Koperasi

KabarDermayu.com – Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, menyoroti peran penting tokoh koperasi dan proklamator Indonesia, Mohammad Hatta, atau yang akrab disapa Bung Hatta, dalam pidatonya di rapat tahunan koperasi di Putrajaya, Malaysia, Minggu.

Anwar Ibrahim hadir dalam Rapat Umum Tahunan ke-10 Koperasi Profesional Putrajaya Berhad (KOPROJAYA). Koperasi ini beranggotakan para profesional muda yang bergerak di bidang pelayanan publik di Malaysia.

Dalam pidatonya, Anwar mengawali dengan pandangannya mengenai gerakan koperasi. Ia menekankan bahwa koperasi seharusnya dilihat dari perspektif yang lebih luas, bukan hanya sebatas pencapaian keuntungan finansial atau pembagian dividen semata.

Menurut Anwar, pada intinya, koperasi mengusung sebuah gagasan besar. Gagasan tersebut adalah membangun kekuatan ekonomi kerakyatan melalui partisipasi yang lebih inklusif. Selain itu, koperasi juga bertujuan untuk mewujudkan pembagian manfaat yang lebih adil, berbeda dengan model kekayaan yang cenderung dimonopoli oleh segelintir pihak yang memiliki modal besar dan pengaruh kuat.

Dari prinsip tersebut, Anwar melanjutkan, muncul perdebatan mendalam mengenai isu keadilan sosial dan demokrasi sosial. Ia berpendapat bahwa demokrasi yang sejati tidak hanya berkutat pada perebutan kekuasaan politik semata. Demokrasi seharusnya juga membuka lebar ruang bagi masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam kehidupan ekonomi dan turut menikmati hasil pembangunan yang dicapai oleh negara.

Selanjutnya, Anwar secara khusus menyoroti semangat yang pernah digaungkan oleh Bung Hatta di Indonesia. Bung Hatta memandang koperasi sebagai pilar utama perekonomian bangsa.

“Karena itulah Bung Hatta di Indonesia memandang koperasi sebagai sarana penting untuk mewujudkan pemerataan ekonomi dan keadilan sosial,” ujar Anwar, mengutip pandangan Bung Hatta.

Anwar Ibrahim menyampaikan keyakinan Bung Hatta bahwa masa depan Indonesia yang telah merdeka tidak boleh dibangun di atas fondasi penguasaan kekayaan oleh segelintir kelompok saja. Sebaliknya, kemajuan bangsa harus bertumpu pada partisipasi masyarakat yang lebih luas dalam aktivitas perekonomian.

Selain Bung Hatta, Anwar juga menyoroti pandangan tokoh India, Dr. Ambedkar. Ambedkar mengingatkan bahwa demokrasi akan kehilangan maknanya jika gagal membongkar sistem penindasan dan tidak mampu mengatasi kesenjangan yang memecah belah masyarakat.

Menurut pandangan Ambedkar, demokrasi yang sesungguhnya harus mampu memberikan kesempatan yang setara bagi kelompok-kelompok masyarakat yang selama ini terpinggirkan. Mereka harus turut merasakan dan menikmati peluang serta kemajuan yang telah diraih oleh negara.

“Prinsip yang sama telah lama tercermin dalam ajaran Islam melalui semangat ta’awun atau saling tolong-menolong dalam kebaikan,” jelas Anwar, menghubungkan prinsip tersebut dengan ajaran agama.

Ia menekankan bahwa semangat saling tolong-menolong mengajarkan bahwa kelompok yang lemah tidak seharusnya dibiarkan berjuang menghadapi tantangan sendirian. Justru sebaliknya, kelompok lemah perlu dihimpun dan diberdayakan agar mampu berdiri lebih kokoh dan bersama-sama berkontribusi dalam membangun masa depan yang lebih baik.

“Karena itu, saya memandang koperasi sebagai salah satu instrumen penting demokrasi sosial. Koperasi memperluas partisipasi, memberdayakan rakyat, dan memastikan manfaat pertumbuhan ekonomi tidak hanya berputar di kalangan segelintir orang, melainkan dapat dinikmati oleh sebanyak mungkin anggota masyarakat,” ujar Anwar.

Lebih lanjut, Anwar menyampaikan visi pemerintahannya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, menarik investasi, serta menjajaki sektor-sektor baru yang potensial. Sektor-sektor tersebut meliputi kecerdasan buatan, transformasi digital, dan transisi energi. Namun, ia menegaskan bahwa kemajuan di bidang-bidang tersebut hanya akan bermakna apabila hasilnya dapat didistribusikan secara adil dan dirasakan oleh mayoritas rakyat.

Anwar menegaskan kembali makna keadilan. Keadilan, menurutnya, bukanlah tentang memberikan hal yang sama kepada setiap individu. Melainkan, keadilan adalah memastikan setiap warga negara memperoleh kesempatan yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing.

“Inilah yang dimaksud dengan keadilan sosial dan adil wal ihsan – memastikan kemajuan negara menjunjung martabat manusia serta membawa kesejahteraan bagi seluruh rakyat,” pungkas Anwar.