KabarDermayu.com – Gubernur Papua Pegunungan, John Tabo, secara resmi melaporkan kasus pencemaran nama baik melalui media sosial ke Polres Jayawijaya.
Laporan ini terkait dengan beredarnya sebuah rekaman suara (voice note) yang menuduhnya memperkeruh suasana dan memicu konflik antarsuku di Wamena.
John Tabo menyatakan bahwa ia mendatangi Polres Jayawijaya untuk mengklarifikasi kebenaran tuduhan dalam rekaman suara tersebut dan meminta pertanggungjawaban dari penyebarnya.
Ia menegaskan bahwa penyebaran informasi di media sosial memiliki aturan dan hukum yang mengikat, sehingga ia menempuh jalur hukum demi keadilan.
Baca juga: Manchester United Umumkan Rekrutan Pertama Musim Panas
Gubernur Papua Pegunungan ini berharap laporannya dapat memberikan pelajaran hukum bagi seluruh masyarakat, terutama di Papua Pegunungan, agar tidak menyebarkan tuduhan sembarangan di media sosial.
John Tabo secara spesifik membantah tuduhan bahwa dirinya memprovokasi masalah pembangunan dan perang. Ia menjelaskan bahwa konflik perang yang terjadi di Wamena sebenarnya telah berlangsung sejak tahun 2024.
Menurutnya, akar permasalahan konflik tersebut berawal dari insiden senggolan mobil antara warga Kurima dan sopir dari Lanny Jaya.
Ia mendesak Polres Jayawijaya untuk segera menindaklanjuti laporannya dan mengungkap pelaku penyebar pesan suara tersebut dalam kurun waktu satu minggu.
Menanggapi laporan tersebut, Perwira Penghubung Polda Papua di Papua Pegunungan, Komisaris Besar Polisi Andi Y Enoch, memastikan bahwa laporan Gubernur John Tabo akan segera diproses.
Andi Y Enoch mengapresiasi langkah Gubernur John Tabo yang taat hukum, bahkan sebagai pejabat negara, ia memilih melaporkan sendiri ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Jayawijaya.
Ia menambahkan bahwa tindakan tersebut merupakan upaya hukum yang baik dan sekaligus menjadi edukasi hukum bagi masyarakat luas.
Andi Y Enoch telah menginstruksikan Kasatreskrim beserta jajarannya di Polres Jayawijaya untuk segera menindaklanjuti laporan tersebut.
Langkah awal setelah laporan selesai adalah meminta keterangan dari Gubernur John Tabo, kemudian dilanjutkan dengan pencarian pelaku penyebar pesan suara.





