IHSG Terkoreksi: BEI Imbau Investor Lakukan Ini di Pasar Modal

oleh -9 Dilihat
IHSG Terkoreksi: BEI Imbau Investor Lakukan Ini di Pasar Modal

KabarDermayu.com – Bursa Efek Indonesia (BEI) memberikan imbauan kepada para investor pasar modal agar tidak panik dan senantiasa mengelola strategi investasi sesuai profil risiko masing-masing. Imbauan ini disampaikan menyusul adanya koreksi signifikan pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam perdagangan terkini.

Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menekankan pentingnya investor untuk tetap memperhatikan fundamental saham. Ia juga mengingatkan agar tidak mudah terpengaruh oleh kepanikan pasar.

“Tidak bosan-bosannya kami mengingatkan supaya investor tentu tetap memperhatikan fundamental, tidak panik, menganalisis secara cermat, mengatur strategi berinvestasi sesuai dengan profil risiko masing-masing,” ujar Jeffrey kepada awak media di Media Center Gedung BEI, Jakarta, Senin, 18 Mei 2026.

Jeffrey menjelaskan bahwa kondisi pasar saat ini memang sangat dinamis dan tingkat ketidakpastian masih cukup tinggi. Hal ini dipicu oleh berbagai sentimen, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

Menurut Jeffrey, koreksi yang terjadi pada IHSG sejalan dengan pelemahan yang dialami oleh bursa saham di kawasan Asia dan global. Fenomena ini disebabkan oleh ketidakpastian geopolitik yang berkepanjangan.

Ketidakpastian geopolitik tersebut turut berdampak pada kenaikan harga minyak dunia. Implikasinya, muncul potensi tren suku bunga tinggi dan inflasi di tingkat global.

“Di masa kita libur itu, pasar global khususnya pasar Asia juga mengalami koreksi. Dan kalau kita akumulasikan koreksi dua hari di pasar global Asia, ditambah dengan sedikit koreksi tambahan hari ini di pasar global, itu sama dengan koreksi yang kita alami hari ini,” jelas Jeffrey.

Pihak BEI tidak menampik bahwa tingkat ketidakpastian di pasar saham Indonesia saat ini memang masih tergolong tinggi. Namun, Jeffrey menegaskan bahwa pergerakan IHSG masih sejalan dengan pasar global.

“Jadi saya rasa masih inline dengan global market, tetapi memang ketidakpastian di pasar kita itu masih cukup tinggi,” tambah Jeffrey.

Berdasarkan data penutupan perdagangan di BEI pada Senin (18/5) sore, IHSG tercatat melemah 124,08 poin atau 1,85 persen. Indeks ditutup pada posisi 6.599,24.

Selama perdagangan hari itu, frekuensi perdagangan saham mencapai 2.570.311 kali transaksi. Total saham yang diperdagangkan sebanyak 31,99 miliar lembar dengan nilai transaksi mencapai Rp20,71 triliun.

Dari jumlah saham yang diperdagangkan, sebanyak 125 saham tercatat menguat, 616 saham mengalami pelemahan, dan 79 saham lainnya tidak mengalami perubahan nilai.

Baca juga: Xi Jinping Sambut Putin di Beijing Setelah Bertemu Trump

Pada sesi I perdagangan hari itu, IHSG sempat mengalami pelemahan yang cukup signifikan. Indeks menyentuh level 6.402,56 atau terkoreksi 320,76 poin atau 4,77 persen pada pukul 11.04 WIB.