KabarDermayu.com – Adik perempuan Presiden Irlandia, Catherine Connolly, dilaporkan menjadi salah satu aktivis dari Global Sumud Flotilla (GSF) yang ditangkap oleh pasukan Israel. Penangkapan ini terjadi saat mereka berupaya mencapai Jalur Gaza.
Menurut laporan media pada Senin, Margaret Connolly, demikian nama adik presiden tersebut, merupakan satu dari enam warga negara Irlandia yang berada dalam flotila tersebut dan ikut diculik.
Global Sumud Flotilla mengonfirmasi bahwa 10 dari total 60 kapal dalam konvoi kemanusiaan itu dicegat dan diambil alih oleh pasukan Israel di perairan internasional pada hari yang sama.
Pencegatan ini terjadi sekitar 70 mil laut dari Pulau Siprus. Koalisi GSF kemudian merilis sebuah video yang direkam oleh Margaret Connolly sebelum penangkapan terjadi.
“Jika Anda menyaksikan video ini, berarti saya telah diculik dari kapal saya oleh pasukan penjajah Israel, dan saya saat ini ditahan secara ilegal di penjara Israel,” ujar Margaret dalam rekaman tersebut.
Ia menambahkan, “Saya sangat bangga ikut serta dalam flotila ini, menjadi yang terbesar hingga saat ini.”
Baca juga: Neymar Kembali ke Timnas Brasil: Ancelotti Targetkan Juara Piala Dunia 2026
Pasukan Israel dilaporkan menyerang dan mencegat konvoi kemanusiaan GSF di perairan internasional. Sekitar 100 aktivis yang berupaya menerobos blokade Israel ke Jalur Gaza ditangkap.
Flotila yang terdiri dari lebih dari 50 kapal itu berlayar dari Marmaris, Turki, pada hari Kamis. Misi ini merupakan upaya terbaru untuk menerobos blokade Israel yang telah diberlakukan di Gaza sejak tahun 2007.
Penyelenggara gerakan GSF menyatakan bahwa misi kali ini diikuti oleh 426 orang. Ratusan peserta berasal dari 39 negara, termasuk Jerman, Amerika Serikat, Indonesia, Argentina, dan Australia.
Negara-negara lain yang warganya turut serta dalam flotila ini antara lain Bahrain, Brasil, Aljazair, Maroko, Prancis, Afrika Selatan, Inggris, Irlandia, Spanyol, Italia, Kanada, Mesir, Pakistan, Tunisia, Oman, dan Selandia Baru.
Sebelumnya, pasukan Israel juga pernah melancarkan serangan terhadap konvoi bantuan kemanusiaan GSF. Peristiwa tersebut terjadi di pesisir Pulau Kreta, Yunani, pada 29 April lalu.





