Prabowo Tegaskan Penindakan Tegas untuk Penyelewengan Program MBG

oleh -9 Dilihat
Prabowo Tegaskan Penindakan Tegas untuk Penyelewengan Program MBG

KabarDermayu.com – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan komitmennya untuk menindak tegas segala bentuk penyimpangan yang terjadi dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia secara terbuka mempersilakan masyarakat, anggota dewan, hingga kepala daerah untuk melakukan pemeriksaan langsung ke dapur-dapur MBG.

Apabila ditemukan adanya penyimpangan, Prabowo menginstruksikan agar segera dilaporkan. Hal ini disampaikan oleh Presiden Prabowo dalam agenda pidato Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2027 di ruang rapat paripurna DPR RI, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, pada Rabu, 20 Mei 2026.

“Saya sudah minta para pejabat dan saya persilakan anggota dewan DPR, bupati di mana-mana silakan periksa semua dapur. Kalau ada yang tidak sesuai laporkan segera, akan segera kita tindak saudara-saudara,” ujar Prabowo.

Presiden menekankan bahwa pemerintah tidak akan mentolerir adanya masalah yang dapat mengganggu kelancaran program prioritas nasional ini. Ia menegaskan bahwa program sepenting MBG tidak boleh dikelola secara sembarangan.

“Kita tidak akan mengizinkan masalah yang begini penting untuk diurus secara tidak benar saudara-saudara sekalian,” tambahnya.

Di sisi lain, Prabowo mengakui bahwa pelaksanaan program MBG masih memiliki banyak kekurangan. Fakta ini terlihat dari penutupan lebih dari 3.000 dapur MBG yang telah dilakukan oleh pemerintah.

“Kita mengakui bahwa dalam pengelolaan MBG masih banyak kekurangan. Kita sudah tutup lebih dari 3.000 dapur,” ungkapnya.

Meskipun demikian, Prabowo menegaskan bahwa program MBG merupakan amanat konstitusi yang tertuang dalam Pasal 33 dan Pasal 34 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Hingga saat ini, program MBG telah berhasil menjangkau sekitar 62,4 juta penerima manfaat setiap harinya.

Baca juga: BUMN Ekspor: Rosan Ungkap Tujuan Tingkatkan Nilai Tambah

Jumlah penerima manfaat tersebut mencakup 6,3 juta balita, 2 juta ibu menyusui, dan 868.000 ibu hamil. Program ini juga direncanakan akan diperluas untuk memberikan bantuan Makan Bergizi Gratis kepada 500.000 lansia yang hidup sendiri, sebatang kara, dan sangat membutuhkan asupan gizi yang memadai.