Harga Emas Hari Ini 22 Mei 2026: Antam & Global Turun

oleh -7 Dilihat
Harga Emas Hari Ini 22 Mei 2026: Antam & Global Turun

KabarDermayu.com – Harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami penurunan pada perdagangan hari ini, Jumat, 22 Mei 2026. Harga emas Antam per gram dibanderol Rp 2.788.000, merosot Rp 12.000 dibandingkan dengan perdagangan kemarin.

Berdasarkan data Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia Antam, harga pembelian kembali atau buyback emas ditetapkan sebesar Rp 2.592.000 per gram. Perlu diingat bahwa harga emas Antam dapat berubah sewaktu-waktu.

Untuk berbagai ukuran emas batangan yang ditawarkan Antam hari ini, harga lima gram dijual seharga Rp 13,715 juta, sepuluh gram Rp 27,375 juta, 25 gram Rp 68,312 juta, dan 50 gram Rp 136,545 juta.

Selanjutnya, untuk ukuran 100 gram, harga emas Antam adalah Rp 273,012 juta. Untuk ukuran 250 gram, dibanderol Rp 682,265 juta, dan ukuran 500 gram dihargai Rp 1.364.320 juta.

Adapun untuk ukuran emas terkecil dan terbesar yang tersedia pada hari ini adalah 0,5 gram yang dijual seharga Rp 1,444 juta, dan ukuran 1.000 gram senilai Rp 2,728,6 miliar.

Penting untuk diketahui bahwa harga penjualan emas batangan Antam ini belum termasuk pajak. Sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34/PMK.10/2017, setiap transaksi harga jual emas dikenakan potongan pajak.

Untuk transaksi penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal di atas Rp 10 juta, dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22. Besaran tarifnya adalah 1,5 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen bagi yang tidak memiliki NPWP. PPh Pasal 22 atas transaksi buyback ini akan langsung dipotong dari total nilai transaksi.

Emas Global Turun Akibat Kekhawatiran Inflasi dan Suku Bunga

Sementara itu, harga emas di pasar global juga terpantau mengalami penurunan pada perdagangan pagi hari ini. Lonjakan harga minyak, kekhawatiran seputar inflasi yang tinggi, serta potensi kenaikan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat (The Fed) menjadi sentimen negatif yang membebani para investor emas.

Baca juga: KNKT: Penyelidikan Penyebab Kecelakaan Kereta Bekasi Timur Butuh 2-3 Bulan

Dilansir dari The Economic Times, harga emas di pasar spot tercatat turun 0,2 persen menjadi US$4.534,29 per ons. Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Juni juga mengalami penurunan sebesar 0,1 persen, menjadi US$4.535,6 per ons.

Penurunan harga emas global ini menunjukkan bahwa aset safe haven ini sedang menghadapi tekanan dari berbagai faktor ekonomi makro. Kekhawatiran akan dampak inflasi yang terus meningkat dan kebijakan pengetatan moneter oleh bank sentral AS dapat mengurangi daya tarik emas sebagai instrumen investasi.

Para analis pasar komoditas memperkirakan bahwa tren penurunan harga emas ini kemungkinan akan berlanjut dalam jangka pendek, selama kekhawatiran inflasi dan kenaikan suku bunga masih mendominasi sentimen pasar global.

Investasi emas seringkali dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian ekonomi. Namun, dalam situasi di mana suku bunga riil mulai naik, biaya peluang untuk memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas menjadi lebih tinggi, sehingga mendorong investor untuk beralih ke aset lain yang dianggap lebih menguntungkan.

Pergerakan harga emas ini juga dipengaruhi oleh data-data ekonomi terbaru dari Amerika Serikat dan negara-negara besar lainnya. Data mengenai tingkat pengangguran, indeks harga konsumen (CPI), dan kebijakan moneter The Fed akan terus menjadi perhatian utama para pelaku pasar emas.

Bagi investor yang berencana untuk membeli emas, situasi pasar saat ini mungkin menawarkan peluang untuk mendapatkan harga yang lebih baik. Namun, penting untuk tetap memantau perkembangan ekonomi global dan membuat keputusan investasi yang terinformasi dengan baik.

Penurunan harga emas ini juga dapat memberikan sentimen negatif pada sektor pertambangan emas, yang mungkin berdampak pada harga saham perusahaan-perusahaan yang bergerak di industri ini.

Secara keseluruhan, kombinasi dari faktor-faktor ekonomi global, termasuk inflasi, kebijakan suku bunga, dan dinamika pasar minyak, telah menciptakan lingkungan yang menantang bagi harga emas pada hari ini, menyebabkan kemerosotan baik pada produk domestik maupun pasar internasional.