Insentif KLM Tembus Rp 129 T: BI Laporkan Rincian Sektor

oleh -12 Dilihat
Insentif KLM Tembus Rp 129 T: BI Laporkan Rincian Sektor

KabarDermayu.com – Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa realisasi Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) untuk sektor pertanian, industri, dan hilirisasi telah mencapai angka signifikan sebesar Rp 129,4 triliun. Angka ini tercatat hingga pekan pertama Mei 2026.

Dhaha P. Kuantan, Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial BI, menyatakan bahwa capaian ini merupakan yang tertinggi dan sejalan dengan berbagai program prioritas pemerintah. Salah satunya adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Rasio penyaluran KLM untuk sektor pertanian dan hilirisasi dilaporkan mencapai 1,45 persen dari pagu yang ditetapkan sebesar 1,5 persen. Angka ini menunjukkan tingkat penyerapan yang sangat tinggi.

“Jadi karena sektor pertanian itu terkait erat dengan program MBG, sehingga pencapaian KLM-nya 1,45 persen dari pagu 1,5 persen. Itu artinya tinggi,” ujar Dhaha dalam Media Briefing Bank Indonesia di Makassar, Sulawesi Selatan, pada Jumat, 22 Mei 2026.

Selain sektor pertanian dan hilirisasi, insentif juga mengalir ke sektor konstruksi, real estate, dan perumahan. Sektor-sektor ini menerima dukungan sebesar Rp 116,4 triliun, dengan rasio penyaluran mencapai 1,31 persen dari target.

Sektor jasa, yang mencakup ekonomi kreatif, juga turut merasakan manfaat insentif KLM. Sektor ini mendapatkan alokasi sebesar Rp 38,2 triliun, dengan rasio penyaluran 0,43 persen dari target.

Dhaha menambahkan bahwa dukungan KLM untuk membiayai sektor-sektor yang berkaitan erat dengan pertumbuhan ekonomi telah berjalan sesuai harapan pemerintah.

Lebih lanjut, penyaluran KLM melalui kanal UMKM, koperasi, inklusi keuangan, dan pembiayaan berkelanjutan juga tercatat cukup tinggi. Realisasinya mencapai Rp 77 triliun, dengan rasio penyaluran sebesar 0,86 persen.

“Artinya, dukungan KLM untuk membiayai sektor-sektor prioritas pemerintah berjalan sesuai yang kita harapkan. Itu sejalan dengan program-program pemerintah,” tegas Dhaha.

Dengan pencapaian ini, BI berharap program-program pemerintah yang menyasar masyarakat menengah ke bawah, seperti MBG, Kredit Domestik Koperasi (KDKMP), dan Kredit Usaha Rakyat (KUR), dapat terus mendorong perbankan. Dorongan ini diharapkan dapat meningkatkan penyaluran kredit ke sektor riil.

Baca juga: Stasiun Radio Inggris Meminta Maaf Setelah Kabarkan Raja Charles Meninggal

“Diharapkan dengan adanya program-program pemerintah yang banyak menyasar masyarakat menengah bawah itu bisa membaik di tahun 2026, sehingga bank-bank juga makin terdorong untuk menyalurkan kredit,” pungkas Dhaha.