KabarDermayu.com – Pertamina Patra Niaga, melalui Area Manager Communication Relations & CSR Regional Papua Maluku, Ispiani Abbas, menegaskan bahwa tidak ada pengalihan pasokan Liquefied Petroleum Gas (LPG) ke minyak tanah di wilayah Papua Barat.
Ispiani menjelaskan bahwa di Papua Barat, Pertamina Patra Niaga masih terus melayani kebutuhan masyarakat untuk LPG non-subsidi dan minyak tanah. Distribusi dan ketersediaan kedua produk energi rumah tangga ini juga terus dijaga secara berkelanjutan.
“Untuk di Papua Barat, saat ini belum dilakukan konversi sehingga masih tersedia minyak tanah subsidi dan juga LPG non-subsidi,” ujar Ispiani dalam keterangan resminya pada Kamis, 21 Mei 2026.
Ia menambahkan bahwa masyarakat di Papua Barat secara umum memang menggunakan kedua komoditas energi tersebut untuk keperluan rumah tangga. Oleh karena itu, pihaknya memastikan penyaluran kedua produk tersebut berjalan normal.
“Perlu kami sampaikan bahwa penyaluran LPG non-subsidi maupun minyak tanah di Papua Barat berjalan normal,” tegasnya.
Menghadapi kondisi geopolitik global yang berpotensi memengaruhi sektor energi, Pertamina Patra Niaga secara aktif memantau ketersediaan stok, kelancaran distribusi, serta pola konsumsi masyarakat. Hingga Kamis, 21 Mei 2026, stok LPG non-subsidi di Papua Barat masih mencukupi, dengan perkiraan ketersediaan mencapai 2.000 tabung.
Ketahanan stok LPG non-subsidi ini diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat selama lebih dari 15 hari ke depan. Sementara itu, stok minyak tanah di seluruh terminal Bahan Bakar Minyak (BBM) di Papua Barat juga dilaporkan aman, dengan ketersediaan sekitar 1.780 ribu liter, yang diperkirakan cukup untuk kebutuhan 18 hari ke depan.
Ispiani menambahkan bahwa pasokan LPG non-subsidi dan minyak tanah dalam jumlah yang baik ini terus dijaga melalui upaya suplai berkala. Pihaknya juga terus berupaya mengantisipasi dampak kondisi geopolitik saat ini untuk memastikan pasokan energi bagi masyarakat Papua Barat tetap terpenuhi.
“Untuk LPG, salah satunya melakukan alih suplai pengiriman yang awalnya dilakukan dari Surabaya ke Ambon. Ini adalah upaya untuk meningkatkan jaminan ketersediaan LPG non-subsidi di Papua Barat,” ungkap Ispiani.
Lebih lanjut, koordinasi intensif terus dilakukan bersama pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta instansi terkait lainnya. Tujuannya adalah untuk memastikan kelancaran distribusi energi dan mencegah praktik-praktik kecurangan yang dapat merugikan konsumen maupun pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
“Kami terus menjaga koordinasi erat dengan seluruh pihak agar LPG non subsidi dan minyak tanah terus terjaga ketersediaannya, termasuk memastikan penyaluran dilakukan dengan baik, karena ini menjadi prioritas pelayanan kami. Pertamina Patra Niaga juga terus mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan melakukan pembelian sesuai kebutuhan,“ tutupnya.
Baca juga: Pencuri Viral di RSIA Duren Sawit Berhasil Diringkus, Pernah Acungkan Senjata ke Petugas
Apabila masyarakat membutuhkan informasi lebih lanjut terkait produk dan layanan Pertamina, dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135.





