Pemberangkatan Jemaah Haji Indonesia Selesai, 219.002 Jemaah Tiba di Tanah Suci untuk Puncak Haji

oleh -7 Dilihat
Pemberangkatan Jemaah Haji Indonesia Selesai, 219.002 Jemaah Tiba di Tanah Suci untuk Puncak Haji

KabarDermayu.com – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) telah menyelesaikan seluruh fase pemberangkatan jemaah haji Indonesia menuju Arab Saudi. Dengan rampungnya proses ini, seluruh perhatian dan sumber daya kini difokuskan pada persiapan puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina, atau yang dikenal sebagai Armuzna.

Juru Bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha, menyatakan bahwa semua lini layanan di Tanah Suci terus dimatangkan. Tujuannya adalah memastikan jemaah dapat melaksanakan seluruh rangkaian ibadah haji dengan lancar, aman, tertib, dan penuh kenyamanan.

Ichsan menjelaskan bahwa memasuki hari ke-32 masa operasional haji, seluruh jemaah haji Indonesia telah berhasil diberangkatkan ke Arab Saudi. Saat ini, prioritas utama Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi adalah mematangkan persiapan Armuzna.

Persiapan tersebut mencakup berbagai aspek krusial, mulai dari penempatan jemaah di tenda-tenda, kesiapan pasokan konsumsi, kelancaran sistem transportasi, hingga layanan kesehatan dan perlindungan bagi seluruh jemaah. Penempatan petugas di setiap sektor juga menjadi bagian penting dari pemantapan ini.

Berdasarkan data operasional terbaru yang dilaporkan, total terdapat 527 kloter yang telah diberangkatkan ke Arab Saudi. Jumlah ini terdiri dari 202.643 jemaah dan 2.097 petugas pendamping.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 253 kloter dengan 96.505 jemaah dan 1.006 petugas dilaporkan telah mendarat dengan selamat di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah.

Sementara itu, 518 kloter yang membawa 199.446 jemaah dan 2.072 petugas telah tiba dan berada di Kota Mekkah.

Selain jemaah haji reguler, sebanyak 16.359 jemaah haji khusus juga dilaporkan telah tiba di Arab Saudi.

Terdapat pula 345 jemaah yang dinyatakan tidak memenuhi syarat istithaah kesehatan saat berada di embarkasi, sehingga tidak dapat diberangkatkan pada musim haji 1447H/2026.

Ichsan menekankan bahwa fase Armuzna merupakan tahapan yang paling krusial dan padat dalam seluruh rangkaian ibadah haji. Oleh karena itu, ia mengimbau seluruh jemaah untuk mulai menghemat tenaga dan senantiasa mengikuti setiap arahan yang diberikan oleh petugas haji.

Kesiapan fisik, kedisiplinan diri, dan kepatuhan terhadap skema layanan yang telah disusun menjadi kunci kelancaran pelaksanaan ibadah di Armuzna.

Kemenhaj sangat menganjurkan jemaah untuk mengurangi aktivitas yang bersifat tidak mendesak, memperbanyak waktu istirahat, menjaga pola makan agar tetap teratur, serta memastikan asupan cairan yang cukup.

Terkait dengan penempatan jemaah di Arafah dan Mina, Ichsan memberikan imbauan tegas kepada seluruh Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU). Mereka dilarang keras untuk memasang atribut, identitas, spanduk, stiker, tanda, atau penanda apa pun di area tenda jemaah.

Hal ini dilakukan untuk menjaga ketertiban dan mencegah kebingungan di antara jemaah. Pihak Kemenhaj menegaskan bahwa tidak ada pihak manapun yang diperbolehkan membuat penanda sendiri di luar pengaturan resmi yang telah ditetapkan.

Apabila petugas menemukan atribut atau identitas KBIHU yang terpasang di tenda Arafah maupun Mina, maka atribut tersebut akan langsung dicabut. Kemenhaj juga akan memberikan teguran dan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku bagi pelanggar aturan ini.

Ichsan menambahkan bahwa pengaturan ini sangat penting demi kelancaran penempatan jemaah di tenda Arafah dan Mina. Tujuannya adalah agar proses tersebut berjalan tertib, tidak menimbulkan kebingungan, dan tidak mengganggu skema layanan Armuzna secara keseluruhan.

Ia kembali meminta seluruh KBIHU untuk mematuhi aturan yang telah ditetapkan dan turut membantu petugas dalam menjaga ketertiban layanan. “Jangan membuat pengaturan sendiri yang dapat mengganggu penempatan jemaah atau menghambat layanan di Armuzna,” ujarnya.

Selain itu, Kemenhaj juga telah mengatur jadwal operasional layanan Bus Shalawat pada Jumat, 22 Mei 2026. Layanan pengantaran jemaah dari hotel menuju Masjidil Haram hanya akan beroperasi hingga pukul 07.00 waktu Arab Saudi.

Sementara itu, layanan pengantaran terakhir dari Masjidil Haram kembali menuju hotel akan berlangsung sampai dengan pukul 18.00 waktu Arab Saudi.

Setelah waktu tersebut, layanan Bus Shalawat akan dihentikan sementara. Penghentian ini dilakukan untuk mendukung kelancaran pengaturan transportasi menjelang pelaksanaan Armuzna.

Layanan Bus Shalawat dijadwalkan akan kembali beroperasi pada Minggu, 31 Mei 2026, dimulai pukul 01.00 waktu Arab Saudi. Bagi jemaah yang belum sempat melaksanakan umrah wajib, mereka akan tetap difasilitasi oleh PPIH.

Ichsan juga mengajak seluruh jemaah dan petugas untuk senantiasa menunjukkan kepedulian, terutama kepada jemaah lansia, penyandang disabilitas, jamaah perempuan, dan jemaah dengan kondisi kesehatan tertentu.

Ia berpesan, “Bila melihat jemaah berjalan sendirian, tampak kebingungan, kelelahan, atau terpisah dari rombongan, segera sapa dan bantu. Antarkan ke petugas terdekat atau laporkan kepada petugas sektor dan kloter. Keselamatan jemaah adalah tanggung jawab kita bersama.”

Kemenhaj memastikan bahwa koordinasi dengan otoritas Arab Saudi, PPIH Arab Saudi, petugas kloter, sektor, dan seluruh elemen pendukung layanan terus diperkuat. Tujuannya adalah untuk memastikan persiapan Armuzna berjalan seoptimal mungkin.

Baca juga: PGN Serap LNG Masela: Dukung Kebutuhan Domestik

“Kami ingin memastikan seluruh jemaah mendapatkan layanan yang tertib, aman, dan nyaman. Kami berharap semua jemaah dapat menjalankan ibadah puncak haji dengan khusyuk,” tegas Ichsan.