Israel Wajib Diboikot Menurut Gus Salam Akibat Penculikan Relawan GSF

oleh -7 Dilihat
Israel Wajib Diboikot Menurut Gus Salam Akibat Penculikan Relawan GSF

KabarDermayu.com – KH Abdussalam Shohib, yang akrab disapa Gus Salam, menyatakan bahwa perlakuan rezim Zionis Israel terhadap seluruh relawan Global Sumud Flotilla (GSF) sangat tidak manusiawi.

Menurutnya, misi kemanusiaan GSF seharusnya dilindungi dan tidak boleh mengalami kekerasan apalagi sampai dijadikan tawanan.

“Aspek kemanusiaan harus diutamakan dari ketentuan dan batasan yang wajib dilakukan seseorang. Ketika sedang menjalankan sholat wajib saja boleh dibatalkan, bahkan wajib dibatalkan bila kondisi darurat untuk menyelamatkan manusia,” ujar Gus Salam dalam keterangannya pada Sabtu, 23 Mei 2026.

Gus Salam juga meragukan komitmen rezim Zionis Israel terhadap hukum internasional. Ia menilai bahwa karakter bangsa Yahudi dan politik Zionis Israel justru dibentuk untuk merusak tatanan internasional.

“Susahnya mengubah watak Yahudi, terlebih dengan politik Zionis membentuk Israel Raya. Itu kalau tidak dihentikan, krisis kemanusiaan akan terus terjadi di Asia Barat atau Timur Tengah,” tegas Gus Salam.

Ia menambahkan bahwa kawasan Asia Barat atau Timur Tengah, yang dikenal kaya akan sumber daya alam seperti minyak dan gas bumi, menjadi rebutan para kapitalis dari benua Amerika dan Eropa.

Oleh karena itu, rezim Zionis Israel dianggap berperan sebagai boneka sekaligus diuntungkan oleh para kapitalis tersebut untuk mengontrol Timur Tengah agar tetap menjadi mitra yang tidak setara.

Bagi Gus Salam, sosok seperti Benyamin Netanyahu dan Itamar Ben-Gvir mencerminkan pemimpin Zionis yang menyadari keuntungan Israel sebagai proksi Amerika Serikat dan Eropa.

Kedua tokoh tersebut, bersama pemimpin Zionis Israel lainnya, dinilai menjadi angkuh dan hanya mau berdialog jika menguntungkan atau menjadi jalan untuk melancarkan kepentingan Zionis.

Baca juga: PGTC 2026: Kenalkan Bisnis Hilir Energi ke Mahasiswa

“Kalau seperti itu, korban manusia dan krisis kemanusiaan di Gaza, Yerusalem, Tepi Barat, Lebanon, Suriah dan negara lain di Timur Tengah, tidak pernah berhenti,” kata Gus Salam.

“Di saat yang sama, aktivis kemanusiaan dunia dengan misi memberikan bantuan untuk para korban konflik bersenjata akan terus dihadang, diusir dan diperlakukan tidak manusiawi,” lanjutnya.

Oleh karena itu, Gus Salam berpendapat bahwa dunia harus terus memberikan tekanan dan sanksi kepada rezim Zionis Israel.

Jika melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tidak memungkinkan karena adanya hak veto dari negara seperti Amerika Serikat, Prancis, atau Inggris, maka setiap negara yang peduli terhadap kemanusiaan dapat memberikan tekanan dan sanksi melalui kebijakan politik masing-masing.

“Bila negara tidak bisa, maka kelompok atau organisasi masyarakat sipil di dunia bisa secara mandiri atau berjejaring melakukan seruan moral untuk menekan dan memberi sanksi terhadap Zionis Israel. Bentuknya macam-macam, termasuk boikot terhadap segala produk dari atau terafiliasi dengan kepentingan ekonomi dan politik Zionis Israel,” jelasnya.

Lebih lanjut, Gus Salam menegaskan bahwa dunia harus memberikan pelajaran kepada rezim Zionis Israel agar menghormati keteraturan dan ketertiban untuk hidup dalam pengaturan bersama.

Hal ini terutama penting dalam menjaga dan melindungi perdamaian serta aspek kemanusiaan.

“Terlalu naif mengandalkan dialog dengan Zionis Israel. Sebaliknya, sikap dan tindakan nyata diperlukan untuk menghentikan kekejaman Israel,” pungkasnya.