Prabowo Berkomitmen Menghentikan Kebocoran Aset Negara

oleh -7 Dilihat
Prabowo Berkomitmen Menghentikan Kebocoran Aset Negara

KabarDermayu.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk memperkuat kedaulatan pangan nasional dan menghentikan kebocoran kekayaan negara. Dalam kurun waktu 19 bulan pemerintahannya, berbagai capaian strategis telah berhasil diwujudkan.

Melalui keterangan resmi Sekretariat Presiden, Prabowo menyatakan bahwa salah satu pencapaian tersebut adalah mewujudkan swasembada sejumlah komoditas pangan vital.

“Kita sekarang sudah swasembada pangan. Sudah swasembada beras, jagung, kemudian protein kita, telur, ayam, daging kita masih belum,” ujar Prabowo saat menyaksikan panen raya udang di kawasan tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen, Jawa Tengah, pada Sabtu, 23 Mei 2026.

Prabowo menambahkan bahwa program swasembada daging sedang dalam proses pengerjaan dan diharapkan dapat tercapai dalam empat hingga lima tahun mendatang. Dengan demikian, ketahanan pangan Indonesia secara relatif dapat dikatakan aman.

Baca juga: Hipmi: Reynaldo Gerakkan Pariwisata dan Ekonomi Nasional

Presiden menilai capaian ini sangat krusial di tengah situasi dunia yang diliputi konflik dan ketidakpastian geopolitik. Ia menekankan pentingnya kewaspadaan dan penguatan ketahanan nasional di berbagai sektor.

“Di dunia banyak sekarang pertikaian, perang di mana-mana. Kita bersyukur ke Yang Maha Kuasa kita masih tidak terlibat, tetapi kita waspada. Kita harus punya kekuatan, makanya kita bangun kekuatan pertahanan kita untuk jaga kekayaan kita,” tegas Prabowo.

Selain ketahanan pangan dan pertahanan, Prabowo juga menggarisbawahi pentingnya pengelolaan kekayaan nasional secara mandiri. Hal ini sesuai dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945 yang menyatakan bahwa sumber daya alam Indonesia harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat.

“Dan sekarang kekayaan-kekayaan kita, kita kelola sendiri. Kita tidak mau kekayaan kita terus-menerus dipermainkan oleh orang-orang tertentu, oleh negara-negara tertentu dan ini sudah kita lakukan. Harus kita lakukan, ini perintah dari Undang-Undang Dasar dan ini untuk kemakmuran seluruh rakyat Indonesia, bukan segelintir,” ujar Presiden.

Presiden kembali mengulang pernyataannya saat Rapat Paripurna DPR pada 20 Mei 2026, yang menyoroti kekayaan besar Indonesia namun masih menghadapi masalah kebocoran sumber daya negara yang mendesak untuk dihentikan.

“Indonesia sungguh-sungguh sangat kaya, tetapi terlalu banyak kekayaan kita bocor dan kebocoran ini harus kita hentikan. Saya bertekad, saya akan berusaha sekeras tenaga saya, dan tenaga semua pembantu saya, kita akan berbuat apa saja yang diperlukan untuk menghentikan kebocoran kekayaan rakyat Indonesia,” kata Prabowo.

Menurutnya, seluruh upaya tersebut dilakukan agar kekayaan bangsa dapat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh rakyat Indonesia, bukan hanya kelompok tertentu.

Kedaulatan pangan, pengelolaan mandiri sumber daya alam, dan penghentian kebocoran kekayaan negara menjadi fondasi utama menuju Indonesia yang lebih kuat, berdaulat, dan sejahtera. (Ant).