KabarDermayu.com – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri terus berupaya meningkatkan program strategis demi mewujudkan keselamatan dan pelayanan publik di bidang lalu lintas. Hal ini disampaikan oleh Kakorlantas Polri, Irjen Agus Suryonugroho, dalam Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Fungsi Lalu Lintas 2026 yang diselenggarakan di Auditorium Mutiara STIK Lemdiklat Polri pada Jumat, 22 Mei 2026.
Dalam forum tersebut, Irjen Agus Suryonugroho menyoroti penanganan masalah kendaraan Over Dimension dan Overload (ODOL). Isu ini menjadi perhatian serius pemerintah bersama dengan Kementerian Perhubungan.
“Saat ini pemerintah, dalam program Over Dimension dan Overload, Pak Menteri Perhubungan sudah membuat roadmap, semoga di tahun 2027 Over Dimension dan Overload, ini bisa kita selesaikan dengan komprehensif,” ujar Irjen Agus.
Lebih lanjut, Irjen Agus menjelaskan bahwa Korlantas Polri juga tengah melakukan transformasi terhadap Indonesia Safety Driving Center (ISDC). Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas dan disiplin para pengemudi di Indonesia.
“Transformasi Indonesia Safety Driving Center (ISDC). Ini juga penting sekali. Kemarin Pak Wakapolri, taksi GSM yang terlibat kecelakaan, kami lakukan audiensi dan kami telah melatih 1.000 driver. Kami lapor Pak Menteri, ini sudah kami latih (pengemudi-pengemudi) bertahap di ISDC di Serpong, agar supaya pengemudi-pengemudi ini betul-betul patuh, tertib, dan taat dengan aturan lalu lintas,” tambahnya.
Dalam rangkaian Rakernis Fungsi Lalu Lintas 2026, Kakorlantas Polri juga memperkenalkan program baru yang diberi nama “Polantas Menyapa”. Program ini dirancang untuk membangun kedekatan antara Polantas dengan masyarakat serta komunitas pengguna jalan, khususnya para pengemudi ojek daring (ojol).
Irjen Agus mengungkapkan bahwa Korlantas Polri berkolaborasi dengan Jasa Raharja dalam pembentukan program “Ojol Nusantara”. Langkah ini diharapkan dapat memperluas jangkauan dan dampak positif program.
Baca juga: Sport Tourism Kebangkitan PON 2028: Momentum Indonesia Maju
“Kami juga menjabarkan program Polantas Menyapa. Jadi Polantas menyapa dan melayani kepada seluruh komunitas, terkhusus ojol, dan alhamdulillah kami kerjasama dengan Pak Dirut Jasa Raharja, kami juga akan membentuk Ojol Nusantara,” ungkap Irjen Agus.
Menurutnya, program “Polantas Menyapa” telah mendapatkan respons yang sangat positif dari berbagai daerah di Indonesia. Saat ini, tercatat ada 15 Polda yang telah menyatakan kesiapannya untuk mendukung penuh program ini. Dukungan ini akan mencakup upaya penjangkauan jutaan pengemudi ojek daring di seluruh penjuru negeri.
“Kami laporkan, bahwa sudah 15 Polda yang sudah siap. Ini hampir jutaan ojol sudah kita rangkul, sudah kita lakukan silaturahmi, sehingga betul-betul wajah Polantas saat ini adalah wajah Polantas yang baru,” jelas Irjen Agus.
Irjen Agus menekankan bahwa pendekatan humanis menjadi ciri khas baru Polantas dalam upaya membangun kesadaran berlalu lintas di tengah masyarakat. Pendekatan ini berbeda dari metode konvensional.
“Wajah Polantas pendekatannya bukan dengan tilang, tetapi pendekatannya dengan hati, silaturahmi, merangkul, agar supaya pengguna jalan khususnya roda dua itu bisa patuh, tertib, dan taat berlalu lintas dengan dirinya sendiri karena sudah menjadi sahabat Polri dan sahabatnya Polantas,” ungkapnya.
Menutup pidatonya, Irjen Agus menyampaikan harapannya agar Rakernis Fungsi Lalu Lintas 2026 dapat menjadi sebuah forum strategis. Forum ini diharapkan mampu menyatukan visi, memperkuat koordinasi antarinstansi terkait, serta menjadi wadah evaluasi pelaksanaan tugas.
“Semoga kami bisa menghadirkan program-program strategis untuk menyatukan visi, memperkuat koordinasi, dan mengevaluasi pelaksanaan tugas sekaligus merumuskan langkah-langkah kebijakan yang lebih terukur yang berbasis data dan berorientasi pelayanan publik,” kata Irjen Agus.





