KabarDermayu.com – Serangan udara yang dilancarkan Israel pada Sabtu dini hari, 23 Mei 2026, waktu setempat, telah menyebabkan kerusakan signifikan pada Rumah Sakit Hiram di kota Tyre, Lebanon selatan.
Laporan dari kantor berita negara NNA menguraikan bahwa serangan tersebut merusak fasilitas penting rumah sakit, termasuk ruang operasi, akomodasi perawat, kamar pasien, klinik, serta merusak jaringan listrik dan jendela bangunan.
Selain fasilitas medis, sejumlah bangunan lain di kota Tyre juga dilaporkan mengalami kehancuran total akibat agresi Israel di wilayah Lebanon selatan tersebut.
Baca juga: Rupiah 1998 vs Sekarang: Misbakhun Ungkap Perbandingan Penurunan
Pesawat tempur Israel dilaporkan juga menghancurkan banyak rumah di area sekitar rumah sakit. Serangan ini juga berdampak pada infrastruktur vital seperti jaringan air, listrik, dan jalan-jalan internal di kawasan permukiman.
Menyusul insiden ini, tim ambulans dan pertahanan sipil segera dikerahkan ke lokasi kejadian untuk melakukan penilaian terhadap tingkat kerusakan yang ditimbulkan.
Tidak hanya di Tyre, pasukan Israel juga melancarkan serangan udara ke kota Yohmor al-Shaqif.
Berdasarkan data pejabat Lebanon, lebih dari 3.000 orang dilaporkan tewas dan sekitar 1,6 juta lainnya terpaksa mengungsi akibat eskalasi serangan Israel di Lebanon yang telah berlangsung sejak 2 Maret 2026.
Kondisi ini terjadi tidak lama setelah kelompok Hizbullah melancarkan serangan balasan yang terkait dengan konflik di Iran.
Serangan Israel terhadap Lebanon selatan terus berlanjut meskipun gencatan senjata yang dimediasi oleh Amerika Serikat (AS) dijadwalkan masih berlaku hingga awal Juli 2026.





