Panglima Brigade al-Qassam Hamas Tewas dalam Serangan Bom Israel

oleh -6 Dilihat
Panglima Brigade al-Qassam Hamas Tewas dalam Serangan Bom Israel

KabarDermayu.com – Panglima Brigade al-Qassam, sayap militer gerakan perlawanan Palestina Hamas, Izz al-Din al-Haddad, dilaporkan tewas dalam serangan udara yang dilancarkan oleh Israel pada Jumat malam.

Serangan tersebut tidak hanya merenggut nyawa al-Haddad, tetapi juga menewaskan istri dan putrinya. Sumber-sumber lokal mengkonfirmasi bahwa pemakaman mereka telah dilaksanakan di Kota Gaza. Saudara perempuan al-Haddad juga telah membenarkan kabar duka ini kepada para wartawan.

Hamas sendiri secara resmi mengumumkan kematian al-Haddad pada hari Sabtu. Melalui sebuah pernyataan yang direkam, juru bicara Hamas, Hazem Qassem, menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya “salah satu pejuang terbesar rakyat Palestina.” Ia menambahkan bahwa al-Haddad merupakan panglima tertinggi Brigade Izz ad-Din al-Qassam, yang telah menjalani perjalanan panjang dalam perjuangan dan konfrontasi melawan pendudukan Israel.

Qassem lebih lanjut menyatakan bahwa al-Haddad kini telah bergabung dengan jajaran para pemimpin dan simbol revolusi Palestina kontemporer yang telah gugur. Ia menegaskan bahwa meskipun kehilangan besar ini, jalan perjuangan Hamas akan terus berlanjut, didorong oleh keyakinan akan kemenangan.

Baca juga: BNI Akui Kemenangan Leo/Daniel di Thailand Open 2026, Tunjukkan Mental Juara Indonesia

Dalam pernyataan terpisah, Hamas menekankan bahwa “kejahatan ini menempatkan komunitas internasional dan negara-negara mediator perjanjian di hadapan tanggung jawab politik, hukum, dan moral mereka.” Hamas mendesak agar tindakan segera diambil untuk memaksa pemerintah pendudukan (Israel) mematuhi sepenuhnya ketentuan perjanjian dan menghentikan kejahatannya terhadap warga sipil.

Menurut Hamas, pembunuhan al-Haddad merupakan cerminan dari upaya Israel yang gagal mencapai tujuan politik dan lapangan melalui kekerasan. Israel dianggap berupaya memaksakan realitas yang diinginkan melalui kebijakan pembunuhan, pemberian tekanan pada kepemimpinan perlawanan, dan upaya memengaruhi posisi politik mereka.

Disebutkan pula bahwa al-Haddad adalah seorang “pilar gerakan perlawanan di Jalur Gaza.” Ia sebelumnya telah kehilangan dua putranya, Suhaib dan Mu’min, serta menantunya, Mahmoud Abu Hasira, dalam berbagai konflik melawan Israel.

Sebelumnya, pihak tentara Israel sendiri telah mengklaim bertanggung jawab atas serangan yang menewaskan Izz al-Din al-Haddad di Kota Gaza.

Peristiwa ini terjadi di tengah berlanjutnya pelanggaran gencatan senjata oleh tentara Israel di Jalur Gaza. Gencatan senjata tersebut, yang mulai berlaku pada Oktober 2025, menjadi dasar dari perjanjian damai setelah perang yang diklaim Hamas sebagai “genosida” selama dua tahun yang dilancarkan Tel Aviv. Perang tersebut dilaporkan telah menewaskan lebih dari 72.000 orang dan melukai lebih dari 172.000 lainnya.