Petinggi Hizbullah dan Hamas Hadiri Pemakaman Khamenei, Bertemu Menlu Iran

oleh -1 Dilihat
Petinggi Hizbullah dan Hamas Hadiri Pemakaman Khamenei, Bertemu Menlu Iran

KabarDermayu.com – Upacara pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, di Teheran pada Sabtu, 4 Juli 2026, dihadiri oleh sejumlah petinggi dari kelompok Hizbullah dan Hamas. Kehadiran delegasi dari kedua kelompok yang mendapat dukungan Iran ini menjadi sorotan utama dalam prosesi penghormatan terakhir bagi Khamenei, yang telah memimpin Iran selama lebih dari tiga dekade.

Selain turut serta dalam rangkaian pemakaman, para delegasi dari Hizbullah dan Hamas juga mengadakan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi. Iran sendiri telah lama dikenal sebagai penyokong utama Hamas di Palestina, Hizbullah di Lebanon, serta kelompok Houthi di Yaman.

Dukungan tersebut seringkali menjadi alasan Iran menghadapi berbagai sanksi internasional, mengingat Amerika Serikat dan sejumlah negara Barat telah menetapkan ketiga kelompok tersebut sebagai organisasi teroris.

Delegasi Hizbullah Dipimpin Mohammed Fneish

Delegasi Hizbullah yang hadir dalam upacara pemakaman tersebut terdiri dari sejumlah pejabat organisasi, serta anggota keluarga yang menjadi korban tewas maupun terluka. Rombongan ini dipimpin langsung oleh Mohammed Fneish, seorang pejabat senior Hizbullah yang juga pernah menjabat sebagai menteri di Lebanon.

Kehadiran delegasi Hizbullah ini secara jelas menunjukkan rasa hormat mereka kepada sosok Ayatollah Ali Khamenei, yang selama ini memiliki hubungan sangat erat dengan kelompok tersebut.

Hamas Kirim Delegasi Tingkat Tinggi

Bersamaan dengan Hizbullah, Hamas juga mengirimkan delegasi tingkat tinggi ke Teheran untuk memberikan penghormatan terakhir. Dalam sebuah pernyataan resmi, Hamas mengonfirmasi bahwa rombongan mereka dipimpin oleh Kepala Biro Politik Mohammed Darwish.

Delegasi Hamas ini juga turut dihadiri oleh sejumlah anggota biro politik lainnya, termasuk Bassem Naim. Kehadiran pimpinan Hamas dalam pemakaman Ayatollah Ali Khamenei semakin menegaskan hubungan historis yang telah terjalin kuat antara Iran dan kelompok tersebut.

Sebagai catatan, pada Juli 2024, pemimpin politik Hamas saat itu, Ismail Haniyeh, dilaporkan tewas dalam sebuah operasi yang dilancarkan oleh Israel di tempat penginapannya di Teheran, tak lama setelah menghadiri acara pelantikan Presiden Iran Masoud Pezeshkian.

Ribuan Warga Padati Grand Mosalla

Prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei dipusatkan di kompleks keagamaan Grand Mosalla yang berlokasi di Teheran. Sejak pagi hari, ribuan warga telah memadati area tersebut untuk memberikan penghormatan terakhir kepada pemimpin yang memegang kendali tertinggi atas berbagai kebijakan strategis Iran selama masa jabatannya.

Upacara pemakaman ini dijadwalkan akan berlangsung hingga Minggu, 5 Juli 2026. Pemerintah Iran bahkan telah menetapkan tanggal tersebut sebagai hari libur nasional, memberikan kesempatan kepada seluruh masyarakat untuk berpartisipasi dalam rangkaian prosesi penghormatan.

Kementerian Luar Negeri Iran secara resmi telah mengajak seluruh masyarakat untuk turut serta dalam pemakaman ini secara massal. Pemerintah berharap kehadiran masyarakat dapat “menunjukkan kepada dunia kebesaran Iran serta kemuliaan persatuan dan wibawa nasional.”

Khamenei Tewas dalam Serangan AS-Israel

Ayatollah Ali Khamenei memimpin Iran sejak tahun 1989 dan memegang otoritas tertinggi dalam sistem pemerintahan negara tersebut. Ia dilaporkan meninggal dunia pada usia 86 tahun, bersama dengan beberapa anggota keluarganya dan sejumlah pejabat tinggi Iran lainnya.

Kematian mereka terjadi akibat serangan gabungan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari 2026. Insiden ini kemudian memicu pecahnya konflik bersenjata di kawasan Timur Tengah.

Sehari sebelum dimulainya prosesi pemakaman, sejumlah pejabat tinggi Iran bersama dengan tokoh-tokoh penting dari berbagai negara telah lebih dahulu memberikan penghormatan terakhir kepada Ayatollah Ali Khamenei. Kehadiran delegasi Hizbullah dan Hamas dalam rangkaian pemakaman ini semakin mempertegas eratnya hubungan kedua kelompok tersebut dengan Iran, sekaligus menjadi perhatian penting di tengah dinamika konflik yang masih terus berlangsung di kawasan Timur Tengah.