Naiknya Harga Pangan di Jakarta Menjelang Idul Adha, Pemprov DKI Paparkan Alasannya

oleh -7 Dilihat
Naiknya Harga Pangan di Jakarta Menjelang Idul Adha, Pemprov DKI Paparkan Alasannya

KabarDermayu.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengungkapkan alasan di balik lonjakan harga pangan di ibu kota menjelang perayaan Idul Adha 1447 Hijriah.

Staf Khusus Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Publik, Chico Hakim, menjelaskan bahwa kenaikan harga ini disebabkan oleh peningkatan permintaan masyarakat. Kebutuhan yang melonjak terjadi baik untuk konsumsi sehari-hari maupun persiapan menyambut hari raya Idul Adha.

Chico Hakim memaparkan bahwa faktor utama kenaikan harga pangan adalah kombinasi dari kondisi cuaca yang kurang bersahabat dan peningkatan permintaan. Curah hujan yang masih tinggi berdampak pada penurunan produksi serta kualitas hasil panen komoditas hortikultura, seperti cabai, bawang merah, dan bawang putih.

Selain itu, serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) yang meningkat juga turut berkontribusi pada masalah pasokan pangan ke Jakarta. Hal ini secara langsung memengaruhi ketersediaan dan pada akhirnya memicu kenaikan harga.

Baca juga: Ketahanan Sistem Kelistrikan Nasional Pasca Blackout Sumatera: Dorongan Komisi XII DPR

Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta telah mengambil sejumlah langkah strategis untuk mengendalikan harga pangan.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah pemantauan harga pangan strategis secara rutin dan intensif. Pemantauan ini mencakup pasar-pasar tradisional, baik secara langsung maupun melalui pemanfaatan aplikasi Informasi Harga Pangan Jakarta (IPJ).

Dinas KPKP DKI Jakarta juga aktif berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Kolaborasi ini melibatkan produsen, distributor, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) seperti Perumda Dharma Jaya, serta pemerintah pusat. Tujuannya adalah untuk memastikan kelancaran pasokan pangan ke Jakarta.

Intervensi pasar juga menjadi salah satu strategi yang diterapkan apabila diperlukan. Hal ini mencakup penyelenggaraan distribusi pangan bersubsidi dan pelaksanaan program pasar murah yang ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Khusus untuk kebutuhan hewan kurban, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan jaminan ketersediaan stok. Perumda Dharma Jaya telah melakukan persiapan awal dengan target penyediaan ribuan ekor sapi, guna menjaga agar harga tetap terkendali dan mencegah lonjakan yang berlebihan.

Sebelumnya, Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Hasudungan A. Sidabalok, telah menyampaikan hasil pemantauan harga pangan. Berdasarkan data pada minggu kedua Mei 2026, tercatat sejumlah komoditas hortikultura mengalami kenaikan harga dibandingkan pekan sebelumnya.

Komoditas yang mengalami kenaikan harga tertinggi adalah cabai rawit merah. Kenaikan mencapai 12,12 persen, atau setara dengan Rp 8.689 per kilogram. Harga cabai rawit merah melonjak dari Rp 71.664 menjadi Rp 80.354 per kilogram.

Selain itu, cabai merah keriting juga mengalami kenaikan harga sebesar 5,61 persen atau Rp 2.926 per kilogram. Harganya beranjak dari Rp 52.117 menjadi Rp 55.103 per kilogram.

Harga bawang merah turut mengalami peningkatan sebesar 3,96 persen atau Rp 2.082 per kilogram. Kenaikan ini membuat harga bawang merah menjadi Rp 54.697 per kilogram dari sebelumnya Rp 52.615 per kilogram.

Cabai merah TW tercatat naik sebesar 3,84 persen atau Rp 2.306 per kilogram, dari harga Rp 60.069 menjadi Rp 62.375 per kilogram. Sementara itu, cabai rawit hijau mengalami kenaikan harga sebesar 3,05 persen atau Rp 1.773 per kilogram, dengan harga yang bergeser dari Rp 58.166 menjadi Rp 59.939 per kilogram.