Iran Disebut Terima Proposal Perdamaian dengan AS, Selat Hormuz Terbuka?

oleh -5 Dilihat
Iran Disebut Terima Proposal Perdamaian dengan AS, Selat Hormuz Terbuka?

KabarDermayu.com – Iran dikabarkan telah memberikan persetujuannya terhadap usulan kesepakatan damai dengan Amerika Serikat. Kesepakatan ini dilaporkan akan mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz.

Laporan ini bersumber dari The New York Times, yang mengutip keterangan tiga pejabat senior Iran. Usulan kesepakatan tersebut tidak hanya berfokus pada penghentian konflik di semua lini, termasuk di Lebanon, tetapi juga secara spesifik pada pembukaan Selat Hormuz.

Lebih lanjut, The New York Times menguraikan bahwa kesepakatan yang diusulkan ini akan mencakup pencabutan blokade laut yang diberlakukan oleh AS terhadap Iran. Selain itu, lalu lintas pelayaran komersial melalui Selat Hormuz yang memiliki nilai strategis akan kembali diizinkan tanpa adanya pemungutan bea lintas oleh Iran.

Isu mengenai program nuklir Iran, yang selama ini menjadi salah satu hambatan utama dalam berbagai negosiasi, akan dibahas secara terpisah. Pembahasan mengenai program nuklir ini dijadwalkan akan berlangsung dalam kurun waktu 30 hingga 60 hari ke depan.

Usulan kesepakatan damai ini juga menyertakan klausul mengenai pencairan aset-aset Iran yang saat ini dibekukan di luar negeri. Nilai aset yang dimaksud diperkirakan mencapai 25 miliar dolar AS.

The New York Times juga melaporkan bahwa fasilitasi perumusan kesepakatan damai ini dilakukan oleh mediator dari Pakistan dan Qatar. Kehadiran kedua negara ini diharapkan dapat memperlancar proses negosiasi.

Sebelumnya, pada Sabtu, Presiden AS Donald Trump sempat memberikan pernyataan yang mengindikasikan bahwa kesepakatan damai dengan Iran “sebagian besar telah dinegosiasikan”. Trump menambahkan bahwa rincian akhir dari kesepakatan tersebut masih dalam tahap perundingan.

Beberapa hari sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali memberikan pernyataan terbaru terkait perang melawan Iran. Pada Rabu waktu setempat, Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat dan Iran berada di tahap akhir pembicaraan untuk mencapai perdamaian.

Namun, di sisi lain, Trump juga melontarkan ancaman untuk kembali melancarkan serangan dalam beberapa hari mendatang jika Iran tidak menerima syarat-syarat yang diajukan oleh Washington. Ancaman serupa telah beberapa kali dilontarkannya sejak gencatan senjata diberlakukan.

“Kita akan mendapatkan kesepakatan, atau kita akan melakukan sesuatu yang cukup buruk. Tapi semoga itu tidak terjadi,” ujar Trump, seperti dikutip dari laman NDTV pada Kamis, 21 Mei 2026.

Amerika Serikat bersikeras agar Iran menghentikan seluruh rencana pengayaan nuklir dan membuka kembali Selat Hormuz untuk lalu lintas perdagangan internasional. Namun, tuntutan ini ditolak oleh Teheran. Iran justru meminta AS untuk mengakhiri blokade terhadap pelabuhan-pelabuhannya terlebih dahulu.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa negaranya tidak berada di ambang menyerah.

“Memaksa Iran menyerah melalui tekanan hanyalah ilusi,” tulisnya di platform X.

Trump kemudian kembali menegaskan tenggat waktu yang telah berkali-kali ia ubah sejak konflik dimulai.

Baca juga: Mentan Amran Berantas Mafia Pangan & Koruptor untuk Petani

“Percayalah, jika kami tidak mendapatkan jawaban yang tepat, semuanya bisa berubah sangat cepat,” ujar Trump usai memberikan pidato di Akademi Coast Guard AS.