Eks Pelatih Persija Hattrick Juara, Bukan Cuma Bojan Hodak

oleh -6 Dilihat
Eks Pelatih Persija Hattrick Juara, Bukan Cuma Bojan Hodak

KabarDermayu.com – Persib Bandung berhasil mengukir sejarah baru dengan meraih gelar juara Super League musim 2025/2026.

Kemenangan ini diraih setelah pertandingan melawan Persijap Jepara yang berakhir dengan skor imbang 0-0 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Sabtu, 23 Mei 2026. Hasil ini memastikan Maung Bandung menjadi kampiun kompetisi kasta tertinggi nasional untuk ketiga kalinya secara beruntun.

Dengan tambahan satu poin, Persib mengumpulkan total 79 poin. Mereka unggul dalam rekor pertemuan atas Borneo FC, yang pada waktu bersamaan meraih kemenangan telak 7-1 atas Malut United. Prestasi ini menjadikan Persib sebagai klub pertama di Indonesia yang mampu menjuarai kompetisi kasta tertinggi nasional tiga musim berturut-turut di era profesional.

Keberhasilan Persib juga meneruskan catatan impresif sang pelatih, Bojan Hodak. Pelatih asal Kroasia ini kini telah mengoleksi tiga gelar liga secara beruntun bersama Persib, setelah sebelumnya juga menjadi juara pada musim 2023/2024 dan 2024/2025.

Teco Juga Pernah Meraih Hattrick Juara

Pencapaian Bojan Hodak ternyata bukanlah yang pertama dalam sejarah Liga Indonesia. Sebelum dirinya, mantan pelatih Persija Jakarta, Stefano Cugurra, yang akrab disapa Teco, lebih dulu mencatatkan hattrick gelar juara.

Teco memulai karier kepelatihannya di Indonesia bersama Persija pada musim 2017. Gelar pertamanya diraih saat membawa Persija menjuarai Liga 1 pada tahun 2018.

Setelah itu, Teco pindah ke Bali United pada musim berikutnya dan kembali meraih trofi Liga 1 pada tahun 2019. Kompetisi musim 2020 sempat ditiadakan akibat pandemi COVID-19, namun Bali United kembali menjadi juara Liga 1 pada musim 2021/2022.

Rangkaian gelar tersebut menjadikan Teco sebagai pelatih pertama yang mampu meraih tiga gelar liga secara beruntun di Indonesia, meskipun ia melakukannya bersama dua klub yang berbeda.

Sementara itu, Bojan Hodak mencatat sejarah yang berbeda karena seluruh gelarnya diraih bersama Persib Bandung. Keberhasilan musim ini juga melengkapi koleksi trofi Persib menjadi lima gelar sejak era Liga Indonesia. Gelar-gelar tersebut diraih pada musim 1994/1995, Liga Super Indonesia 2014, serta Liga 1 2023/2024, 2024/2025, dan Super League 2025/2026.

Sepanjang sejarah kompetisi kasta tertinggi nasional, Persib kini telah mengoleksi total 10 trofi juara. Selain mencetak hattrick gelar, Maung Bandung juga menorehkan rekor sebagai tim pertama di era profesional yang mampu mempertahankan dominasi hingga tiga musim berturut-turut.

“Ini adalah pencapaian luar biasa bagi Persib dan para pemain. Kami bekerja keras untuk ini,” ujar salah satu ofisial tim Persib.

Dominasi Persib dalam tiga musim terakhir menunjukkan konsistensi dan kedalaman skuad yang dimiliki. Hal ini juga menjadi bukti kejelian manajemen dalam memilih pelatih yang tepat untuk membawa tim meraih prestasi tertinggi.

Bojan Hodak, dengan gaya kepelatihannya yang tegas namun efektif, berhasil menyatukan para pemainnya untuk mencapai tujuan bersama. Dukungan penuh dari para suporter setia Persib, Bobotoh, juga menjadi faktor penting dalam setiap perjuangan tim di lapangan.

Perbandingan antara pencapaian Teco dan Bojan Hodak menyoroti berbagai cara untuk meraih kesuksesan dalam dunia sepak bola. Teco menunjukkan kemampuan adaptasi dan kepemimpinan yang kuat dengan membawa dua klub berbeda ke puncak kejayaan. Sementara itu, Bojan Hodak membuktikan dedikasi dan loyalitasnya dengan membangun dinasti juara bersama satu klub.

Rekor hattrick juara ini tentu akan menjadi catatan penting dalam sejarah sepak bola Indonesia dan menjadi inspirasi bagi pelatih serta klub lain untuk terus berinovasi dan berjuang meraih prestasi.

Baca juga: KPK Diminta Jaga Komunikasi dalam Kasus Suap Impor Bea Cukai

Musim 2025/2026 akan selalu dikenang sebagai musim di mana Persib Bandung menegaskan statusnya sebagai salah satu klub tersukses di tanah air.