SPBU Pertamina: Bahaya & Kesiapsiagaan Pekerja Tingkatkan Keamanan

oleh -13 Dilihat
SPBU Pertamina: Bahaya & Kesiapsiagaan Pekerja Tingkatkan Keamanan

KabarDermayu.com – PT Pertamina Retail (PERTARE) secara aktif memperkuat kesiapsiagaan para pekerjanya dalam menghadapi potensi bahaya di lingkungan operasional Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Upaya ini diwujudkan melalui pelaksanaan Simulasi Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) yang berfokus pada aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE).

Simulasi tersebut diselenggarakan di SPBU COCO 51.651.16 Langsep, Malang, Jawa Timur. Kegiatan ini melibatkan partisipasi penuh dari seluruh pekerja SPBU, serta menjalin kolaborasi erat dengan instansi terkait seperti Polsek Klojen Kota Malang, Koramil 0833/01 Klojen Kota Malang, dan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Malang.

Manager HSSE PERTARE, Ruli Handoko, menegaskan bahwa simulasi penanggulangan keadaan darurat merupakan agenda rutin perusahaan. Tujuannya adalah untuk memastikan kesiapan personel dan keandalan sistem tanggap darurat yang terpasang di seluruh area operasional.

“Operasional SPBU memang memiliki berbagai potensi bahaya yang perlu diwaspadai, mulai dari risiko kebakaran, tumpahan bahan bakar minyak (BBM), hingga potensi ledakan. Selain itu, ada pula risiko cedera bagi para pekerja saat menjalankan aktivitas sehari-hari,” jelas Ruli dalam keterangannya pada Selasa, 26 Mei 2026.

Ia menambahkan, melalui simulasi ini, perusahaan ingin memastikan bahwa seluruh personel siap siaga, prosedur yang ada berjalan efektif, dan koordinasi antar tim dapat terjalin baik. Hal ini krusial untuk meminimalkan risiko dan potensi kerugian apabila insiden serupa terjadi di dunia nyata.

Baca juga: Militer AS Serang Iran Selatan, Sebut Aksi Bela Diri

Dalam simulasi tersebut, sebuah skenario kebakaran di salah satu area SPBU diperagakan. Skenario ini menggambarkan situasi di mana seorang kepala shift mengalami luka bakar, dan api kemudian dilaporkan meluas hingga ke area dispenser. Skenario ini dirancang untuk menguji kemampuan para pekerja dalam menerapkan prosedur tanggap darurat.

Pengujian meliputi koordinasi internal, komunikasi antar tim yang terlibat, penanganan awal terhadap korban yang terdampak, hingga proses penyampaian informasi kepada pihak-pihak yang berkepentingan.

Pelaksanaan simulasi dimulai dengan penetapan alur kejadian yang detail dan pembagian tugas yang jelas kepada setiap personel. Pembagian tugas ini disesuaikan dengan fungsi masing-masing dalam Struktur Organisasi Keadaan Darurat yang telah ditetapkan.

Selanjutnya, skenario simulasi dijalankan untuk menguji respons tim secara langsung. Proses ini mencakup koordinasi, komunikasi yang efektif, penanganan situasi yang terjadi, hingga pelaporan informasi baik kepada pihak internal perusahaan maupun pihak eksternal yang relevan.

Setelah seluruh rangkaian simulasi selesai dilaksanakan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi evaluasi bersama. Evaluasi ini bertujuan untuk mengidentifikasi area yang memerlukan perbaikan dan peningkatan lebih lanjut dalam kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat.

Aditya Hendrawan, Manager Region VI (Jatimbalinus) PERTARE, menyatakan bahwa simulasi PKD yang dilaksanakan secara berkala ini memiliki tujuan utama untuk memastikan seluruh pekerja SPBU mampu merespons kondisi darurat dengan kecepatan dan ketepatan yang optimal.

“Kami berharap melalui simulasi ini, seluruh pekerja SPBU dapat kembali menyegarkan pengetahuan dan pemahaman mereka mengenai prosedur penanganan darurat. Selain itu, simulasi ini juga bertujuan untuk meningkatkan koordinasi, komunikasi, dan kekompakan antar tim,” ujar Aditya.

Ia menekankan bahwa peningkatan koordinasi dan kekompakan tim sangat penting agar proses penanganan dapat berjalan lebih cepat, tepat, dan efektif ketika menghadapi situasi darurat di area operasional.

Sementara itu, Corporate Secretary PERTARE, Ardhi Widodo, menggarisbawahi bahwa kegiatan ini merupakan bagian integral dari komitmen perusahaan untuk membangun budaya keselamatan kerja yang berkelanjutan di seluruh lini operasionalnya.

“Pertamina Retail terus menunjukkan komitmennya untuk memastikan bahwa implementasi aspek HSSE berjalan dengan optimal di setiap lini operasional perusahaan. Simulasi PKD yang kami laksanakan secara rutin ini juga memegang peranan penting dalam meningkatkan kompetensi para pekerja,” ungkap Ardhi.

Ardhi menambahkan, kegiatan ini turut memperkuat budaya safety awareness atau kesadaran keselamatan di lingkungan kerja, menciptakan atmosfer yang lebih aman dan bertanggung jawab bagi seluruh karyawan.

PERTARE secara konsisten berupaya untuk mencapai visi jangka panjangnya, yaitu menjadi perusahaan ritel energi nasional yang memiliki standar kelas dunia. Dengan mengusung semangat “Satukan Energi Melayani Negeri,” PERTARE berkomitmen penuh untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, menghadirkan solusi energi yang inovatif, serta berkontribusi pada keberlanjutan bangsa.