KabarDermayu.com – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dikabarkan menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit Hadassah Ein Kerem di Yerusalem pada Senin malam, 25 Mei waktu setempat. Kabar ini pertama kali dilaporkan oleh surat kabar Israel, Yedioth Ahronoth.
Surat kabar tersebut mengutip laman Middle East Monitor, melaporkan bahwa Netanyahu tiba di rumah sakit tersebut pada malam hari. Kunjungan mendadak ini sontak menimbulkan pertanyaan mengenai kondisi kesehatannya.
Publik telah mengetahui bahwa Netanyahu, yang akrab disapa Bibi, sempat menjalani perawatan radiasi pada April lalu. Perawatan tersebut dilakukan setelah ia didiagnosis menderita kanker prostat pada tahun 2025.
Menanggapi kabar kunjungan ke rumah sakit, Kantor Perdana Menteri Israel memberikan keterangan resmi. Mereka mengklaim bahwa kunjungan tersebut murni untuk menjalani perawatan gigi, tanpa merinci lebih lanjut.
Kanker Prostat Netanyahu
Pada April lalu, Benjamin Netanyahu mengonfirmasi bahwa dirinya telah menjalani pengobatan untuk kanker prostat. Dalam pernyataan resminya saat itu, disebutkan bahwa perawatan tersebut berjalan sukses.
Namun, keterangan tersebut tidak menyebutkan secara pasti kapan Perdana Menteri Israel ini menjalani perawatan medis tersebut. Keterangan lebih lanjut disampaikan melalui media sosialnya pada Jumat, 24 April 2026.
Dalam unggahannya, Netanyahu menjelaskan bahwa kanker prostat stadium awal yang dideritanya terdeteksi saat menjalani pemeriksaan kesehatan tahunan. Ia juga menyatakan bahwa terapi intensif yang dijalaninya telah berhasil mengatasi masalah kanker prostat tersebut sepenuhnya, tanpa meninggalkan jejak.
Mengutip laporan dari laman The Strait Times News pada Sabtu, 25 April 2026, hasil pemeriksaan kesehatan Netanyahu secara umum menyatakan bahwa kondisinya baik. Namun, ia diketahui harus menjalani terapi radiasi untuk kanker prostat stadium awal yang didiagnosis.
Baik laporan medis maupun pernyataan Netanyahu sendiri tidak memberikan rincian mengenai waktu pasti pelaksanaan perawatan tersebut. Hal ini menimbulkan spekulasi dan pertanyaan lebih lanjut.
Netanyahu, yang memegang rekor sebagai perdana menteri dengan masa jabatan terlama di Israel, juga sempat menunda publikasi laporan kesehatannya. Penundaan ini berlangsung selama dua bulan untuk mencegah Iran menyebarkan propaganda palsu mengenai Israel.
Ia merinci bahwa hasil pemindaian MRI yang dilakukan pada akhir tahun 2024 mengidentifikasi sebuah titik kecil di prostatnya. Titik kecil tersebut kemudian diketahui sebagai tumor kanker dengan ukuran 8 milimeter.
Lebih lanjut, Netanyahu mengungkapkan bahwa ia telah menjalani lima sesi terapi radiasi. Sesi-sesi tersebut dilaksanakan pada bulan Januari dan Februari 2026. Hasil pemeriksaan lanjutan menunjukkan bahwa tumor tersebut telah hilang sepenuhnya.
Baca juga: IHSG Melemah Imbas Sentimen Iran-AS, Bursa Asia & Wall Street Menguat
Selain itu, ia juga mengungkapkan bahwa dirinya pernah menjalani operasi pemasangan alat pemantau detak jantung di masa lalu. Informasi ini menambah gambaran mengenai riwayat kesehatannya.





