Polemik Penggantian Anggota Paskibraka Makassar dan Tuntutan Transparansi

oleh -11 Dilihat
Polemik Penggantian Anggota Paskibraka Makassar dan Tuntutan Transparansi

KabarDermayu.com – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyerukan agar proses seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional untuk tahun 2026 mendatang dilaksanakan dengan lebih transparan dan adil.

Permintaan ini muncul sebagai respons terhadap kontroversi yang merebak di media sosial. Kontroversi tersebut berpusat pada tidak terpilihnya Cathlyn Yvaine Lesmana, seorang siswi asal Kota Makassar, meskipun sebelumnya ia dikabarkan berhasil masuk dalam tiga besar pada seleksi awal calon Paskibraka nasional perwakilan Sulawesi Selatan.

“Peserta dari Makassar ada, ini delegasi dari Kota Makassar yang dikirim seleksi. Masa tidak ada, kita berharap hasil seleksi semuanya fair,” ujar Munafri dalam keterangannya di Makassar, Rabu.

Nama Cathlyn Yvaine Lesmana saat ini tidak tercantum dalam daftar final peserta yang akan mewakili Provinsi Sulawesi Selatan di tingkat nasional. Hal ini sontak menarik perhatian publik dan memicu beragam komentar di berbagai platform media sosial.

Banyak pihak yang kemudian mempertanyakan mekanisme penilaian serta proses seleksi yang dinilai kurang terbuka dan akuntabel.

Menanggapi situasi tersebut, sebagai pemimpin Kota Makassar, Munafri menyatakan keprihatinannya atas kejadian yang menimpa salah satu peserta asal daerahnya.

Ia menekankan pentingnya seluruh tahapan seleksi berjalan secara objektif, profesional, dan mengedepankan prinsip keadilan bagi semua peserta yang terlibat.

Munafri mengakui bahwa dirinya tidak memiliki detail lengkap mengenai proses penilaian yang dilakukan di tingkat provinsi. Namun, informasi yang beredar di masyarakat mengenai adanya perubahan atau reposisi peserta menjadi perhatian khusus baginya.

“Saya tidak tahu persis apa kendalanya, tapi kan kami Pemerintah Kota punya perhatian, apalagi dengar-dengar ada reposisi. Padahal nilai siswa kabarnya cukup. Jadi, kita berharap benar-benar fair dalam proses ini,” sambung Munafri.

Menurut pandangan Munafri, aspek terpenting yang perlu dijaga adalah kondisi mental dan semangat para calon Paskibra. Hal ini mengingat perjuangan mereka dalam mengikuti seluruh tahapan seleksi yang telah dilalui.

“Kasihan anak-anak yang sudah berproses. Mereka sudah latihan, sudah mempersiapkan diri dengan baik. Yang dikhawatirkan itu mentalnya,” lanjutnya.

Wali Kota Makassar itu juga menegaskan bahwa Pemerintah Kota Makassar telah melaksanakan proses pembinaan dan pengiriman delegasi sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Setelah para peserta dikirim ke tingkat Provinsi, seluruh kewenangan terkait penilaian sepenuhnya berada di tangan panitia seleksi tingkat Provinsi.

Baca juga: Purbaya Yakin Pendapatan Negara 2026 Tercapai, Singgung Coretax

Ia menambahkan bahwa hasil pembinaan yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Makassar seharusnya diapresiasi secara objektif pada setiap tahapan seleksi yang ada.