KabarDermayu.com – Como 1907 mencetak sejarah baru dalam perjalanannya setelah berhasil mengamankan satu tempat di Liga Champions musim 2026-2027.
Klub sepak bola asal Italia yang dimiliki oleh Grup Djarum melalui keluarga Hartono ini, memastikan partisipasinya di kompetisi kasta tertinggi Eropa tersebut setelah finis di posisi keempat klasemen Serie A musim 2026.
Pencapaian gemilang ini diraih setelah Como meraih kemenangan 4-1 dalam laga terakhir Serie A pada Minggu, 24 Mei 2026. Hasil ini sekaligus menandai penampilan pertama klub berjuluk I Lariani di Liga Champions sepanjang sejarah mereka.
Keberhasilan Como menjadi sorotan publik sepak bola, mengingat perjalanan klub ini yang sempat terpuruk hingga berkompetisi di kasta amatir Italia sebelum akhirnya diakuisisi oleh keluarga Hartono pada tahun 2019. Pada saat itu, Como masih berlaga di Serie D dan menghadapi kondisi finansial yang sangat sulit akibat kebangkrutan yang dialami beberapa tahun sebelumnya.
Melalui perusahaan SENT Entertainment, keluarga Hartono mengakuisisi Como dengan nilai investasi sekitar 850 ribu Euro, atau setara dengan Rp10 miliar. Selain pembelian klub, mereka juga bertanggung jawab melunasi utang Como yang mencapai 150 ribu Euro.
Baca juga: Erupsi Gunung Semeru Disertai Awan Panas, Jarak Luncur Tak Pasti
Investasi ini sempat menimbulkan keheranan di kalangan banyak pihak, termasuk para pendukung setia Como. Para penggemar pun penasaran dengan sosok keluarga Hartono yang dikenal sebagai pengusaha terkemuka di Indonesia, dengan lini bisnis yang mencakup perbankan dan industri rokok.
Pasca proses akuisisi rampung, manajemen baru menunjuk Michael Gandler untuk memimpin pengelolaan klub. Gandler memiliki rekam jejak yang mumpuni di dunia sepak bola, termasuk pengalamannya bekerja di Inter Milan saat klub tersebut dimiliki oleh Erick Thohir.
Di bawah kepemimpinan manajemen yang baru, Como menunjukkan progres yang signifikan. Klub yang didirikan pada tahun 1907 ini mulai melakukan perbaikan pada berbagai aspek, mulai dari fasilitas stadion, pusat latihan, hingga pengembangan akademi pemain muda.
Perjalanan Como untuk kembali ke papan atas sepak bola Italia terbilang cukup impresif dan cepat. Setelah berhasil promosi ke Serie C, mereka melanjutkan tren positif dengan naik ke Serie B, dan akhirnya kembali ke Serie A pada tahun 2024.
Kebangkitan Como semakin terasa ketika Cesc Fabregas dipercaya untuk menangani tim. Mantan gelandang legendaris Arsenal dan Barcelona ini berhasil menerapkan gaya sepak bola modern yang menyerang dan mengutamakan penguasaan bola.
Pada musim 2025-2026, Como memberikan kejutan dengan beberapa kali mampu mengalahkan tim-tim besar di Serie A. Konsistensi performa mereka inilah yang akhirnya mengantarkan klub ini finis di zona Liga Champions.
“Itu dilakukan dengan anak-anak, ini adalah mahakarya dari seluruh tim,” kata Fabregas setelah Como memastikan tiket Liga Champions.
Como sendiri merupakan klub bersejarah di Italia. Pada era 1980-an dan 1990-an, mereka dijuluki “Pabrik Italia” karena melahirkan sejumlah pemain besar seperti Gianluca Zambrotta, Marco Tardelli, dan Stefano Borgonovo.
Namun setelah sempat terdegradasi dan bangkrut, Como akhirnya mampu bangkit kembali. Kini, klub berusia 112 tahun tersebut bersiap tampil di panggung terbesar sepak bola Eropa dengan dukungan penuh dari pemilik asal Indonesia.
Gelandang serang Argentina Nico Paz dikabarkan ingin bertahan di Como 1907 untuk semusim lagi meski Real Madrid memiliki klausul pembelian kembali sang gelandang muda.





