Program Sehati: First Lamandau Cegah Stunting di Wilayah Operasional

oleh -9 Dilihat
Program Sehati: First Lamandau Cegah Stunting di Wilayah Operasional

KabarDermayu.com – PT First Lamandau Timber International (FLTI) berkomitmen dalam pencegahan stunting di wilayah operasionalnya melalui program unggulan bernama “Sehati”. Program ini merupakan bagian dari inisiatif yang lebih luas bernama “TAP Untuk Negeri”, yang diusung oleh PT Triputra Agro Persada Tbk (TAP).

Program Sehati, yang berarti Susu Sehat Bernutrisi, secara rutin dilaksanakan di Madrasah Ibtidaiyah Taawanul Muslimin, Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah. Fokus utamanya adalah meningkatkan kesehatan dan pemenuhan gizi bagi anak-anak usia sekolah di sekitar area operasional perusahaan.

Manajemen Triputra Agro Persada menjelaskan dalam keterangannya pada Kamis, 28 Mei 2026, bahwa program Sehati adalah salah satu pilar utama dari “TAP Untuk Negeri”. Program ini dirancang khusus untuk memberikan perhatian pada kesehatan dan gizi anak-anak yang berada di lingkungan perusahaan.

Melalui program ini, FLTI berupaya menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas sejak usia dini. Perusahaan percaya bahwa pemenuhan asupan gizi tambahan sangat krusial untuk mendukung tumbuh kembang anak-anak di wilayah operasional mereka.

Lebih dari sekadar memberikan nutrisi, segelas susu dalam program Sehati juga membawa pesan perhatian dan kepedulian yang konsisten. Hal ini diharapkan dapat memberikan dukungan moral bagi anak-anak, memotivasi mereka untuk terus belajar, serta berani bermimpi meraih masa depan yang lebih cerah.

Baca juga: Kemenkeu Peringatkan Potensi Kenaikan Rokok Ilegal

Upaya pencegahan stunting ini sejalan dengan agenda nasional yang dicanangkan oleh Pemerintah Indonesia. Kementerian Kesehatan RI menargetkan penurunan prevalensi stunting nasional hingga mencapai 17,5 persen pada tahun 2026.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, sebelumnya menekankan pentingnya konsumsi protein hewani yang cukup, seperti susu, sebagai salah satu cara efektif mencegah stunting. Beliau menyatakan bahwa berbagai sumber protein hewani seperti telur, ikan, ayam, daging, dan susu dapat dimanfaatkan sesuai ketersediaan di daerah masing-masing.

Langkah yang diambil oleh TAP Untuk Negeri ini juga selaras dengan visi pembangunan sumber daya manusia yang diusung dalam Asta Cita Presiden Prabowo. Visi tersebut menekankan pentingnya menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing untuk menyambut Indonesia Emas 2045.

Bagi TAP Untuk Negeri, setiap kali susu didistribusikan, itu bukan sekadar bentuk bantuan nutrisi. Lebih dari itu, ini adalah investasi dalam mendukung masa depan generasi muda Indonesia yang lebih baik.

Dengan konsistensi pelaksanaan program Sehati, perusahaan berharap semakin banyak anak di wilayah operasionalnya yang mendapatkan akses gizi tambahan. Harapannya, ini akan mendukung proses belajar dan tumbuh kembang mereka secara optimal, sehingga tercipta generasi Indonesia yang sehat dan berkualitas.