KabarDermayu.com – Industri blockchain dan aset digital di Indonesia tengah mengalami pertumbuhan pesat, seiring dengan perkembangan teknologi digital yang semakin merambah berbagai sektor.
Namun, pertumbuhan ini tidak hanya menuntut keahlian di bidang teknologi. Chief Executive Officer (CEO) Upbit Indonesia, Resna Raniadi, menekankan bahwa industri ini justru membutuhkan ragam talenta profesional dengan berbagai latar belakang keahlian.
Kebutuhan tersebut meliputi spektrum yang luas, mulai dari para ahli teknologi, profesional di bidang kepatuhan (compliance), manajemen risiko, hingga tenaga pemasaran dan pengembangan bisnis. Fenomena ini membuka alternatif jalur karier baru bagi para profesional yang ingin beradaptasi dengan lanskap pekerjaan yang terus berubah.
Resna Raniadi menggarisbawahi bahwa transformasi digital telah secara signifikan mengubah tuntutan dunia kerja. Perusahaan kini tidak hanya mencari individu dengan kemampuan teknis yang mumpuni, tetapi juga mereka yang memiliki kemampuan adaptasi tinggi, berpikir kritis, dan pemahaman mendalam tentang teknologi baru seperti blockchain dan aset digital.
Seiring dengan semakin matangnya regulasi terkait aset keuangan digital di Indonesia, permintaan terhadap talenta di bidang kepatuhan, tata kelola, manajemen risiko, dan perlindungan konsumen juga turut meningkat. Hal ini menunjukkan bahwa industri kripto tidak hanya bertumpu pada inovasi teknologi, tetapi juga semakin membutuhkan sentuhan para profesional berpengalaman dari sektor-sektor konvensional.
“Banyak orang masih beranggapan bahwa industri kripto hanya membutuhkan developer. Padahal, kenyataannya kami juga membutuhkan profesional di bidang compliance, audit, legal, keuangan, pemasaran, hingga pengalaman pelanggan,” ujar Resna.
Resna menambahkan bahwa pengalaman yang telah diperoleh dari industri tradisional seringkali menjadi nilai tambah yang sangat relevan. Kemampuan yang sudah dimiliki oleh para profesional dari berbagai sektor konvensional pada dasarnya dapat diterapkan dalam ekosistem aset digital.
Pengalaman dalam mengelola risiko, memahami regulasi yang kompleks, membangun hubungan baik dengan pelanggan, serta mengembangkan strategi bisnis yang efektif tetap menjadi kompetensi krusial. Kompetensi ini hanya perlu diaplikasikan pada industri yang berbeda dan terus berkembang pesat.
Meskipun demikian, Resna menegaskan bahwa memasuki industri blockchain tidak cukup hanya mengandalkan pengalaman kerja sebelumnya. Para profesional perlu terus meningkatkan kompetensi mereka melalui proses upskilling dan pembelajaran berkelanjutan. Hal ini penting agar mereka dapat mengikuti perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat dan tetap relevan di pasar kerja.
“Blockchain, Web3, dan aset digital merupakan industri yang berkembang sangat dinamis. Karena itu, kemauan untuk terus belajar menjadi salah satu faktor terpenting,” kata Resna.
“Dengan semakin banyaknya akses edukasi, komunitas, maupun pelatihan yang tersedia saat ini, siapa pun memiliki kesempatan untuk mempersiapkan diri dan membangun karier di industri ini,” ujarnya.
Perkembangan industri aset digital ini bukan hanya sekadar tren teknologi, melainkan sebuah pergeseran fundamental dalam cara kerja dan kebutuhan tenaga profesional. Upbit Indonesia, sebagai salah satu pemain di industri ini, secara aktif mendorong ekosistem yang inklusif, di mana berbagai keahlian dihargai dan dikembangkan.
Para profesional yang tertarik untuk terjun ke dunia kripto didorong untuk tidak ragu mengeksplorasi peluang yang ada. Identifikasi kompetensi yang dimiliki, kemudian cari tahu bagaimana kompetensi tersebut dapat ditransformasikan ke dalam konteks industri aset digital. Pelatihan dan sertifikasi yang relevan juga dapat menjadi investasi berharga untuk memperkuat posisi di pasar kerja yang kompetitif ini.
Lebih lanjut, Resna menyarankan agar para profesional yang ingin beralih karier ke industri kripto untuk tidak takut memulai dari posisi yang mungkin terasa lebih junior. Pengalaman langsung di lapangan, meskipun dalam peran yang berbeda, akan memberikan pemahaman mendalam tentang operasional industri dan membuka pintu untuk pertumbuhan karier di masa depan.
Dengan demikian, industri aset digital di Indonesia tidak hanya menjadi lahan subur bagi para pengembang teknologi, tetapi juga bagi para profesional dari berbagai disiplin ilmu. Kolaborasi antar berbagai keahlian inilah yang akan mendorong inovasi dan keberlanjutan industri ini di masa depan.





