Qodari Tegaskan Prabowo Hanya ke Prancis, Bukan Italia

oleh -10 Dilihat
Qodari Tegaskan Prabowo Hanya ke Prancis, Bukan Italia

KabarDermayu.com – Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, dengan tegas membantah informasi yang beredar di media sosial mengenai rencana kunjungan kerja Presiden RI Prabowo Subianto ke Italia setelah dari Prancis.

Qodari menyatakan bahwa tidak pernah ada pernyataan resmi dari pemerintah Indonesia yang menyebutkan Presiden akan mengunjungi Italia. Hal ini disampaikannya dalam sebuah konferensi pers yang digelar pada Minggu, 31 Mei 2026.

Ia menjelaskan bahwa jadwal resmi kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo sejak awal hanya mencakup Prancis. Kunjungan tersebut merupakan balasan atas undangan dari Presiden Prancis, Emmanuel Macron.

Menurut Qodari, setiap informasi mengenai kunjungan kerja Presiden Prabowo ke destinasi lain, jika belum ada pernyataan resmi dari pemerintah, maka statusnya masih sebatas rencana.

Ia menekankan kembali, jadwal resmi yang telah ditetapkan adalah kunjungan ke Prancis. Jika ada rencana tambahan ke negara lain saat dalam perjalanan, hal tersebut masih bersifat rencana hingga ada pengumuman resmi dari pemerintah.

Lebih lanjut, Qodari memaparkan bahwa kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke Prancis telah membuahkan berbagai bentuk kerja sama. Kerja sama ini mencakup sektor pertahanan, pendidikan, hingga energi dan pemanfaatan mineral kritis.

Qodari juga menyoroti adanya hubungan personal yang sangat kuat antara kedua kepala negara. Ia menilai modal sosial semacam ini memiliki peran penting, setara dengan modal ekonomi dan politik, dalam membangun hubungan baik serta kerja sama antarnegara.

Baca juga: Arsenal Gagal Juara Liga Champions, Cetak Sejarah Unik Klub Inggris

Ia menambahkan bahwa Presiden Prabowo merupakan figur yang unik di kancah internasional. Presiden Prabowo dikenal memiliki hubungan baik dengan para pemimpin kekuatan besar dunia, termasuk Presiden Putin dari Rusia, Presiden Donald Trump dari Amerika Serikat, dan Presiden Xi Jinping dari Republik Rakyat Tiongkok.