Prabowo Akan Hadapi Mafia Ekonomi, Transformasi Nasional Tetap Berjalan

oleh -9 Dilihat
Prabowo Akan Hadapi Mafia Ekonomi, Transformasi Nasional Tetap Berjalan

KabarDermayu.com – Presiden Prabowo Subianto menyatakan kesiapannya untuk menghadapi perlawanan dari kelompok-kelompok yang selama ini diuntungkan oleh praktik ekonomi ilegal yang merugikan negara. Pernyataan ini disampaikan saat memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2026 di Jakarta.

Dalam pidatonya, Prabowo mengakui bahwa transformasi ekonomi nasional tidak akan berjalan mulus. Ia memperkirakan akan ada tantangan dan perlawanan dari pihak-pihak yang selama ini menikmati keuntungan dari praktik korupsi, penyelundupan, dan aktivitas ekonomi ilegal lainnya.

“Kita akan menghadapi hambatan, kita akan menghadapi tantangan, dan kita juga mungkin akan menghadapi perlawanan dari kelompok-kelompok yang mendukung korupsi, penyelundupan, dan kegiatan ekonomi ilegal,” ujar Prabowo.

Presiden menambahkan bahwa kelompok-kelompok tersebut tidak menunjukkan kepedulian terhadap masa depan bangsa dan bahkan berupaya melemahkan Indonesia dari dalam.

“Kita mungkin menghadapi perlawanan dari mereka yang tidak mencintai negara ini dan bahkan ingin melemahkan Indonesia,” tegasnya.

Prabowo Tekankan Keberanian Ambil Keputusan Sulit

Prabowo menilai bahwa negara besar harus memiliki keberanian dalam mengambil keputusan-keputusan penting demi kepentingan rakyat, meskipun keputusan tersebut sulit untuk dijalankan.

Ia menegaskan bahwa kepemimpinannya tidak akan memilih jalan pintas yang hanya menguntungkan dalam jangka pendek, namun justru mengorbankan masa depan generasi mendatang.

“Sebagai bangsa besar, kita harus punya keberanian mengambil keputusan yang benar, meskipun sulit. Kita harus berani membela rakyat kita,” kata Prabowo.

Presiden juga menekankan bahwa melindungi rakyat merupakan bagian dari tanggung jawab sejarah yang kini diembannya sebagai Presiden ke-8 Republik Indonesia. Menurutnya, mandat tersebut diberikan langsung oleh rakyat Indonesia.

Prabowo menegaskan dirinya tidak ingin menikmati kenyamanan sesaat dengan mengabaikan kepentingan jangka panjang bangsa.

Ketimpangan Ekonomi Jadi Sorotan Pemerintah

Dalam pidatonya, Prabowo juga menyoroti ketimpangan ekonomi yang selama ini menjadi persoalan struktural di Indonesia. Ia menilai bahwa kekayaan alam Indonesia selama bertahun-tahun lebih banyak memberikan manfaat kepada pihak luar negeri dibandingkan kepada masyarakat Indonesia sendiri.

Menurutnya, nilai tambah dari sumber daya alam nasional belum sepenuhnya dinikmati oleh rakyat secara adil.

Prabowo menyebut kondisi tersebut menjadi salah satu alasan utama pemerintah mendorong transformasi ekonomi nasional yang berbasis pada Pancasila.

Baca juga: Penutupan Jalan Lenteng Agung Arah Depok Hingga Besok Pagi, Simak Pengalihan Rutenya

Untuk menekan kebocoran kekayaan negara, pemerintah saat ini menjalankan sejumlah langkah strategis yang difokuskan pada penguatan kedaulatan ekonomi nasional.

Strategi Pemerintah Perkuat Kedaulatan Ekonomi

Presiden menjelaskan bahwa pemerintah sedang menjalankan berbagai kebijakan untuk memperkuat fondasi ekonomi Indonesia. Salah satu langkah yang dilakukan adalah penerapan sistem ekspor terpusat terhadap komoditas sumber daya alam.

Selain itu, pemerintah juga memperluas program hilirisasi industri guna meningkatkan nilai tambah produk dalam negeri.

Tak hanya itu, penguatan pengelolaan devisa hasil ekspor juga menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk menjaga stabilitas dan kemandirian ekonomi nasional.

Prabowo menambahkan bahwa pemerintah turut memperkuat ketahanan ekonomi melalui sejumlah program prioritas nasional, antara lain:

  • Program ketahanan pangan nasional
  • Penguatan koperasi desa
  • Program Makan Bergizi Gratis

Menurutnya, program-program tersebut merupakan bagian dari implementasi nilai-nilai Pancasila dalam bidang ekonomi.

Pancasila Disebut Jadi Kunci Hindari Perpecahan

Prabowo optimistis bahwa penerapan nilai Pancasila secara konsisten dalam berbagai sektor akan menjaga persatuan bangsa sekaligus memperkuat Indonesia di tengah tantangan global.

Ia menekankan bahwa Pancasila tidak hanya menjadi dasar negara, tetapi juga pedoman dalam kehidupan politik, hukum, budaya, hingga ekonomi nasional.

Presiden meyakini bahwa penerapan Pancasila secara nyata akan membuat Indonesia terhindar dari konflik dan perpecahan.

Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini mengusung tema “Pancasila Menyatukan Bangsa, Dasar Perdamaian Dunia.”

Upacara tersebut turut dihadiri oleh Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla, Wakil Presiden ke-13 Ma’ruf Amin, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, jajaran menteri Kabinet Merah Putih, pejabat TNI-Polri, tokoh masyarakat, hingga para pelajar.