Mark Zuckerberg: Kekayaan Naik Rp124 T dalam 24 Jam, Ini Rahasianya

oleh -8 Dilihat
Mark Zuckerberg: Kekayaan Naik Rp124 T dalam 24 Jam, Ini Rahasianya

KabarDermayu.com – Pendiri dan CEO Meta, Mark Zuckerberg, baru-baru ini menyaksikan kekayaannya melonjak drastis. Dalam kurun waktu 24 jam, hartanya bertambah sekitar US$7 miliar, yang jika dikonversikan dengan kurs Rp17.800 per dolar AS, setara dengan Rp124,6 triliun.

Lonjakan kekayaan ini terjadi setelah Meta mengumumkan peluncuran sejumlah layanan berlangganan premium baru untuk platform media sosialnya. Pengumuman tersebut disambut positif oleh para investor, yang kemudian mendorong kenaikan harga saham perusahaan.

Berdasarkan laporan dari Benzinga pada Senin, 1 Juni 2026, Zuckerberg menjadi miliarder dengan kenaikan kekayaan terbesar pada hari itu. Hingga akhir Mei 2026, total kekayaannya diperkirakan mencapai US$225 miliar atau sekitar Rp4.005 triliun. Angka ini menempatkannya sebagai orang terkaya keenam di dunia, menurut data Bloomberg.

Meskipun mengalami lonjakan signifikan dalam satu hari, kekayaan Zuckerberg secara tahunan tercatat mengalami penurunan dibandingkan awal tahun. Sepanjang tahun 2026, kekayaannya berkurang sekitar US$7,8 miliar atau setara Rp138,8 triliun. Saham Meta sendiri mengalami pelemahan sekitar 2,3 persen sejak awal tahun, meskipun sempat melonjak pasca pengumuman terbaru perusahaan.

Kepemilikan saham Zuckerberg di Meta mencapai sekitar 13 persen. Oleh karena itu, pergerakan harga saham perusahaan memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap nilai kekayaannya. Pemicu kenaikan saham Meta kali ini adalah peluncuran paket berlangganan baru untuk Instagram, Facebook, dan WhatsApp.

Meta memperkenalkan paket Instagram Plus dan Facebook Plus dengan tarif US$3,99 per bulan. Sementara itu, WhatsApp Plus dibanderol dengan harga US$2,99 per bulan. Melalui layanan premium ini, pengguna akan mendapatkan berbagai fitur tambahan yang menarik.

Baca juga: Warga Rancaekek Jadi Korban Kekerasan di Bandung Saat Menunggu Orang Tua di RS

Fitur-fitur tambahan tersebut meliputi kustomisasi profil yang lebih mendalam, reaksi eksklusif yang unik, hingga akses ke data analitik yang lebih lengkap. Meta juga berjanji akan terus menambahkan berbagai fitur baru di masa mendatang untuk meningkatkan pengalaman pengguna.

Khusus untuk pengguna Instagram, paket berbayar ini memungkinkan mereka untuk memperluas jangkauan cerita atau Stories mereka kepada audiens yang lebih luas. Fitur ini dinilai sangat berpotensi membantu para kreator konten dalam meningkatkan jumlah pengikut mereka.

Selain itu, Meta juga sedang dalam tahap pengujian sejumlah layanan premium lainnya yang ditujukan secara spesifik untuk pelaku bisnis, kreator konten, serta pengguna yang membutuhkan fitur kecerdasan buatan atau AI dengan kapasitas yang lebih besar. Kabarnya, perusahaan tengah menyiapkan paket Meta One Plus seharga US$7,99 per bulan atau sekitar Rp142.200.

Tersedia pula paket Meta One Premium dengan harga US$19,99 per bulan atau sekitar Rp355.800 per bulan. Paket-paket ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan pengguna yang lebih spesifik dan profesional.

Meskipun layanan AI dasar akan tetap tersedia secara gratis bagi semua pengguna, pelanggan paket premium nantinya akan mendapatkan akses ke fitur-fitur tambahan yang lebih canggih dan kapasitas penggunaan yang lebih tinggi. Hal ini memberikan nilai lebih bagi mereka yang memilih untuk berlangganan.

Langkah Meta untuk merambah bisnis langganan ini dinilai memiliki potensi pendapatan yang sangat besar. Barton Crockett, seorang analis dari Rosenblatt Securities, mempertahankan rekomendasi beli untuk saham Meta dengan target harga US$1.015 per saham atau sekitar Rp18,07 juta per saham.

Menurutnya, layanan berlangganan yang ditawarkan Meta berpotensi menghasilkan pendapatan miliaran dolar setiap tahunnya. Ia melihat keberhasilan layanan serupa yang dijalankan oleh perusahaan lain sebagai bukti bahwa model bisnis ini memiliki peluang yang sangat besar untuk sukses.

Sebagai perbandingan, layanan premium yang dimiliki oleh Snap dilaporkan telah memiliki lebih dari 25 juta pelanggan dan berhasil menghasilkan pendapatan tahunan sekitar US$1 miliar atau setara Rp17,8 triliun. Angka ini menunjukkan potensi pasar yang signifikan untuk layanan berlangganan.

Sementara itu, layanan berbayar dari OpenAI dilaporkan memiliki lebih dari 50 juta pelanggan. Biaya langganan untuk layanan ini berkisar antara US$5 hingga US$8 per bulan, atau sekitar Rp89.000 hingga Rp142.400 per bulan.

Saat ini, Meta diperkirakan sudah memperoleh pendapatan sekitar US$1 miliar atau Rp17,8 triliun per tahun dari layanan verifikasi berbayar dan paket bebas iklan di Eropa. Namun, angka tersebut masih kurang dari 1 persen dari total penjualan global perusahaan.

Dengan jumlah pengguna aktif harian yang mencapai sekitar 3,56 miliar orang di seluruh dunia, layanan berlangganan ini dinilai dapat menjadi sumber pertumbuhan baru yang signifikan bagi Meta. Potensi ini sangat besar mengingat basis pengguna yang sangat luas.

Tidak mengherankan jika pengumuman mengenai peluncuran layanan premium ini langsung mendongkrak harga saham perusahaan. Hal ini berdampak langsung pada kekayaan Mark Zuckerberg yang bertambah lebih dari Rp124 triliun hanya dalam satu hari.