Wisatawan Mancanegara April 2026: 1,25 Juta Kunjungan, Dominasi Malaysia

oleh -9 Dilihat
Wisatawan Mancanegara April 2026: 1,25 Juta Kunjungan, Dominasi Malaysia

KabarDermayu.com – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada April 2026 mencapai 1,25 juta kunjungan. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 7,22 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada April 2025.

Pudji Ismartini, Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS, menjelaskan bahwa secara kumulatif, dari Januari hingga April 2026, total kunjungan wisman mencapai 4,68 juta. Angka ini juga mengalami kenaikan sebesar 8,24 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya.

Dalam telekonferensi pers yang digelar pada Selasa, 2 Juni 2026, Pudji Ismartini mengungkapkan bahwa wisatawan pemegang paspor Malaysia masih menjadi kontributor terbesar dalam kunjungan wisman ke Indonesia pada April 2026.

Wisman asal Malaysia tercatat sebanyak 207,96 ribu kunjungan. Angka ini setara dengan 16,65 persen dari total seluruh kunjungan wisman pada bulan tersebut.

Posisi kedua ditempati oleh wisatawan asal Australia. Mereka mencatatkan total kunjungan sebanyak 157,96 ribu, yang berarti sekitar 12,65 persen dari total kunjungan.

Selanjutnya, wisatawan asal Tiongkok menempati urutan ketiga dengan jumlah kunjungan mencapai 133,99 ribu. Kontribusi mereka adalah sebesar 10,73 persen dari total kunjungan wisman pada April 2026.

Selain data kunjungan wisman, BPS juga mencatat pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) pada April 2026. Tercatat ada 97,55 juta perjalanan wisnus pada periode tersebut. Namun, angka ini mengalami penurunan sebesar 24,14 persen jika dibandingkan dengan April 2025.

Meskipun demikian, BPS melaporkan bahwa jumlah perjalanan wisnus secara kumulatif sepanjang Januari hingga April 2026 masih menunjukkan pertumbuhan positif. Kenaikannya mencapai 1,48 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Secara total, jumlah perjalanan wisnus hingga April 2026 mencapai 417,06 juta perjalanan.

Data ini memberikan gambaran mengenai tren pariwisata Indonesia, di mana kunjungan wisatawan mancanegara menunjukkan tren positif, meskipun pergerakan wisatawan domestik mengalami sedikit penurunan pada bulan April 2026 dibandingkan tahun sebelumnya, namun secara kumulatif masih tumbuh.

Dominasi Malaysia sebagai pasar utama wisman ke Indonesia mengindikasikan kedekatan geografis dan hubungan bilateral yang kuat antara kedua negara, yang terus mendorong sektor pariwisata.

Baca juga: Polri dan Komnas HAM Perlu Saling Mengoreksi Isu Pelanggaran HAM

Sementara itu, peningkatan kunjungan dari Australia dan Tiongkok juga menjadi sinyal positif bagi upaya diversifikasi pasar pariwisata Indonesia.

Pemerintah terus berupaya meningkatkan daya tarik destinasi wisata Indonesia, baik melalui promosi maupun pengembangan infrastruktur, untuk menarik lebih banyak wisman dari berbagai negara.

Fokus pada pasar-pasar potensial seperti Malaysia, Australia, dan Tiongkok diharapkan dapat terus mendongkrak angka kunjungan wisman dan berkontribusi pada perekonomian nasional.

Di sisi lain, penurunan angka pergerakan wisnus pada April 2026 perlu menjadi perhatian. Faktor-faktor seperti perubahan perilaku konsumen, kondisi ekonomi, atau libur yang berdekatan dengan bulan sebelumnya bisa menjadi penyebab.

Namun, pertumbuhan kumulatif wisnus menunjukkan bahwa minat masyarakat Indonesia untuk berwisata di dalam negeri tetap tinggi dalam jangka panjang.

Upaya untuk terus mendorong pergerakan wisnus, terutama di luar musim liburan utama, akan menjadi kunci untuk menjaga stabilitas sektor pariwisata domestik.

Secara keseluruhan, data BPS ini memberikan gambaran yang komprehensif mengenai dinamika pariwisata di Indonesia, baik dari sisi mancanegara maupun nusantara, yang penting untuk perumusan kebijakan pariwisata ke depan.

Analisis lebih mendalam mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi tren ini akan sangat membantu dalam merancang strategi yang lebih efektif untuk pengembangan sektor pariwisata Indonesia.

Fokus pada peningkatan kualitas layanan, promosi destinasi yang unik, dan kemudahan akses akan terus menjadi prioritas untuk menjaga daya saing pariwisata Indonesia di kancah global.

Selain itu, kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri pariwisata, dan masyarakat diharapkan dapat terus terjalin erat demi kemajuan sektor yang vital bagi perekonomian Indonesia ini.