KabarDermayu.com – Kasus yang melibatkan seorang mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) yang terekam dalam video viral karena berciuman sesama jenis di lingkungan kampus, terus menjadi sorotan publik.
Peristiwa yang terekam dalam video dan beredar luas di media sosial itu kini memasuki babak baru setelah pihak kampus menyiapkan sanksi tegas terhadap mahasiswa yang terlibat.
Video tersebut memperlihatkan dua pria berada di area selasar perpustakaan PNJ. Aksi keduanya kemudian diketahui oleh mahasiswa lain dan direkam sebelum akhirnya menyebar di berbagai platform media sosial.
Tak butuh waktu lama, rekaman itu menjadi viral dan memicu beragam reaksi dari warganet maupun civitas akademika.
Satu Orang Mahasiswa PNJ, Satu Lagi Bukan
Pihak kampus membenarkan adanya insiden tersebut. Berdasarkan hasil identifikasi, salah satu pria yang terlibat merupakan mahasiswa aktif PNJ, sementara pria lainnya diketahui bukan mahasiswa kampus tersebut.
Humas PNJ menyatakan bahwa pihak kampus telah melakukan pemeriksaan dan memproses kasus tersebut sesuai aturan yang berlaku. Kampus juga menegaskan bahwa tindakan yang dilakukan mahasiswa bersangkutan dinilai melanggar kode etik dan tata tertib yang berlaku di lingkungan pendidikan.
Terancam Sanksi Terberat
Dalam rangkuman VIVA Kamis, 4 Juni 2026, ada perkembangan terbaru menunjukkan bahwa mahasiswa yang terlibat berpotensi menerima sanksi paling berat berupa pemberhentian atau drop out (DO).
Pihak kampus disebut telah melakukan pembahasan internal terkait bentuk hukuman yang akan dijatuhkan. Menurut keterangan yang beredar, pimpinan PNJ telah menyiapkan tindakan tegas sesuai peraturan pendidikan dan kode etik mahasiswa.
Opsi pemberhentian menjadi salah satu sanksi yang dipertimbangkan dalam kasus ini. Selain itu, orang tua mahasiswa yang bersangkutan juga dikabarkan telah dipanggil untuk menghadiri proses klarifikasi di kampus.
Beberapa rekaman yang beredar di media sosial bahkan memperlihatkan pihak keluarga menyampaikan permohonan maaf atas peristiwa yang terjadi.
Jadi Perbincangan Luas di Media Sosial
Kasus ini menjadi perbincangan hangat karena terjadi di lingkungan perguruan tinggi negeri dan terekam dalam video yang menyebar secara luas. Banyak warganet menyoroti respons cepat yang dilakukan pihak kampus.
Sementara sebagian lainnya membahas aspek etika dan aturan yang berlaku di lingkungan pendidikan tinggi. Di sisi lain, pihak kampus menegaskan bahwa proses penanganan dilakukan berdasarkan regulasi internal serta mekanisme yang berlaku di PNJ.
Kampus juga mengimbau seluruh mahasiswa untuk menjaga perilaku dan nama baik institusi selama menjalani aktivitas akademik.
Hingga saat ini, publik masih menunggu keputusan final terkait sanksi yang akan dijatuhkan kepada mahasiswa yang terlibat. Meski opsi DO disebut menjadi hukuman paling berat yang dapat diberikan, keputusan resmi tetap berada di tangan pimpinan kampus setelah seluruh proses pemeriksaan selesai dilakukan.
Kasus ini pun menjadi salah satu isu kampus yang paling banyak diperbincangkan dalam beberapa hari terakhir, sekaligus mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap aturan dan kode etik yang berlaku di lingkungan perguruan tinggi.





