KabarDermayu.com – Nilai tukar rupiah di pasar spot pada Jumat, 5 Juni 2026, ditransaksikan di level Rp 18.051 per dolar AS. Posisi ini menunjukkan pelemahan tipis sebesar 2 poin atau 0,01 persen dari penutupan sebelumnya di Rp 18.049 per dolar AS.
Menurut Muhammad Amru Syifa, Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX), pelemahan rupiah dipicu oleh data neraca perdagangan Indonesia yang tidak sesuai dengan ekspektasi pasar.
“Sentimen yang mempengaruhi pergerakan rupiah berasal dari sisi domestik, terutama setelah data neraca perdagangan Indonesia yang dirilis pada 2 Juni 2026 yang menunjukkan perdagangan April 2026 hanya mencapai US$0,09 miliar,” jelas Amru pada Jumat, 5 Juni 2026.
Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar US$3,32 miliar, serta berada di bawah perkiraan pasar.
Kondisi ini mengindikasikan adanya penurunan pasokan devisa yang bersumber dari aktivitas perdagangan luar negeri, sehingga memberikan tekanan pada nilai tukar rupiah.
Dari sisi eksternal, Amru menilai pergerakan rupiah masih dipengaruhi oleh penguatan dolar AS di tengah ketidakpastian global yang tinggi dan daya tarik aset berbasis dolar yang masih kuat.
Selain itu, kekhawatiran investor mengenai independensi Bank Indonesia pasca pengesahan regulasi yang memperluas peran bank sentral juga menambah kehati-hatian pelaku pasar terhadap aset Indonesia.
Untuk menjaga stabilitas nilai tukar, Bank Indonesia disarankan untuk terus melakukan stabilisasi melalui intervensi di pasar valas, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), dan pasar obligasi secara terukur. Hal ini penting untuk memastikan kecukupan likuiditas valuta asing.
“Sementara itu, pemerintah perlu memperkuat kepercayaan investor melalui konsistensi kebijakan ekonomi, menjaga kredibilitas fiskal, serta mendorong optimalisasi devisa hasil ekspor agar pasokan valas di dalam negeri tetap terjaga,” ujar Amru.
Berdasarkan faktor-faktor tersebut, nilai tukar rupiah pada perdagangan hari itu diperkirakan akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan masih berada dalam tekanan. Kisaran pergerakan rupiah diprediksi berada di level Rp 18.000 hingga Rp 18.110 per dolar AS. (Ant).





