KabarDermayu.com – Indonesia kini tidak hanya dikenal sebagai pasar digital terbesar di kawasan, tetapi juga sebagai tempat lahirnya para pemimpin teknologi yang diakui di kancah internasional. Semangat ini menjadi inti dari penyelenggaraan “Indonesia CIO 200 Summit 2026”, yang berlangsung pada Rabu, 3 Juni 2026, di Hotel Mulia Senayan, Jakarta.
Memasuki tahun keempat penyelenggaraannya, acara yang diinisiasi oleh Global CIO Forum Indonesia Chapter ini berhasil mengumpulkan lebih dari 200 pemimpin teknologi dari berbagai sektor industri. Tujuannya adalah untuk memfasilitasi berbagi wawasan, membangun jaringan kolaborasi, dan saling mengapresiasi pencapaian yang telah diraih.
Forum ini dipimpin oleh Hendy Harianto sebagai President, didukung oleh Ichwan Peryana dan Sudarto Unsurlany yang menjabat sebagai Vice President.
Global CIO Forum sendiri merupakan sebuah komunitas kepemimpinan teknologi global yang telah eksis selama 11 tahun terakhir. Komunitas ini memiliki lebih dari 50.000 anggota aktif yang tersebar di lebih dari 60 negara.
“Melalui komunitas ini, tercipta peluang berharga untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman lintas negara,” ujar CEO dan salah satu pendiri Global CIO Forum, Ronak Samantaray, dalam keterangan resminya pada Minggu, 7 Juni 2026.
Pada gelaran tahun ini, Indonesia menargetkan partisipasi yang lebih besar dalam ajang World CIO 200 Grand Finale tingkat dunia. “Kami ingin memperkenalkan para pemimpin teknologi Indonesia ke panggung global sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat kepemimpinan teknologi yang sedang berkembang di Asia,” ungkap Hendy Harianto.
“Tujuan kami bukan hanya sekadar membangun jaringan profesional, tetapi lebih jauh lagi menciptakan sebuah wadah bagi para pemimpin teknologi untuk saling berbagi, belajar, dan pada akhirnya menciptakan dampak nyata bagi kemajuan industri,” tambah Vice President Global CIO Forum Indonesia Chapter, Ichwan Peryana.
Pandangan serupa juga disampaikan oleh Sudarto Unsurlany, yang juga menjabat sebagai Vice President Global CIO Forum Indonesia Chapter. Ia berharap acara ini dapat terus berkembang.
“CIO 200 Indonesia Summit & Awards diharapkan dapat terus menjadi agenda tahunan yang konsisten dalam mempererat kolaborasi antara para pemimpin Teknologi Informasi (TI), perusahaan teknologi terkemuka, serta institusi pendidikan, baik di tingkat nasional maupun internasional,” jelas Sudarto.
Salah satu pencapaian penting dari summit tahun ini adalah peluncuran “Women in Technology Initiative”. Inisiatif ini merupakan yang pertama dalam sejarah Global CIO Forum dan lahir dari Indonesia untuk dunia. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap masih rendahnya partisipasi perempuan di sektor teknologi nasional.
“Data menunjukkan bahwa jumlah perempuan Indonesia yang berkarier di dunia teknologi masih di bawah 20 persen. Angka ini semakin menyusut menjadi hanya 8 persen yang berhasil mencapai posisi direksi. Angka ini jelas tertinggal jika dibandingkan dengan negara tetangga seperti Thailand yang mencapai 42 persen dan Singapura yang mencapai 41 persen,” ujar CIO XLSMART, Yessie Yosetya, menyoroti urgensi inisiatif ini.
Forum kemudian menunjuk tiga Women in Technology Ambassador. Mereka adalah Yessie Yosetya dari XLSMART, Dr. Nelly selaku Rektor BINUS University, dan Juliana Chen dari HP Indonesia. Kehadiran mereka diharapkan dapat mendorong lebih banyak perempuan untuk berkontribusi di bidang teknologi.
Acara seperti ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan visibilitas dan pengakuan terhadap talenta teknologi Indonesia di panggung global. Melalui pertukaran ide dan kolaborasi, para pemimpin teknologi ini diharapkan dapat mendorong inovasi dan pertumbuhan ekonomi digital Indonesia ke level yang lebih tinggi.





