KabarDermayu.com – Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PORDASI) berupaya keras untuk menciptakan ekosistem olahraga berkuda yang lebih modern dan profesional. Dalam rangka merayakan ulang tahunnya yang ke-60, PORDASI meluncurkan program perlindungan khusus bagi para atlet dan anggotanya.
Program ini berupa Asuransi Kecelakaan Diri (Personal Accident) yang diperuntukkan bagi pemegang Riders License. Peluncuran program ini merupakan salah satu terobosan terbaru dari PORDASI untuk meningkatkan standar keselamatan bagi seluruh insan olahraga berkuda di Indonesia.
Acara peluncuran program asuransi ini dilaksanakan bersamaan dengan peresmian Kantor Pusat PP PORDASI yang berlokasi di Jakarta International Equestrian Park, Jakarta Timur. Peresmian kantor baru ini sekaligus menjadi simbol transformasi yang sedang dijalankan oleh organisasi induk olahraga berkuda Indonesia tersebut.
Selain meluncurkan program perlindungan bagi atlet, PORDASI juga menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) yang bertujuan untuk pengembangan perlindungan bagi ekosistem olahraga berkuda nasional. Penandatanganan ini dilakukan oleh Ketua Umum PP PORDASI, Aryo P.S. Djojohadikusumo, dengan Direktur Utama BRI Insurance, Budi Legowo. Acara ini turut disaksikan oleh tokoh nasional, termasuk Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir.
Ketua Umum PP PORDASI, Aryo P.S. Djojohadikusumo, menyampaikan bahwa organisasi yang dipimpinnya saat ini tengah fokus pada berbagai program strategis. Program-program ini mencakup penguatan tata kelola, pembinaan atlet, hingga pemberian perlindungan bagi seluruh anggota.
“PORDASI saat ini tengah menjalankan dan mengembangkan berbagai program strategis, mulai dari peresmian kantor pusat baru yang representatif, penguatan platform digital dan pembinaan atlet untuk mencetak atlet berkuda profesional, hingga implementasi program Member Licence yang dilengkapi perlindungan diri bagi para member. Langkah ini merupakan bagian dari upaya PORDASI dalam membangun ekosistem olahraga berkuda yang modern, profesional, dan berstandar internasional,” ujar Aryo.
Program perlindungan ini dinilai sangat penting dalam pengembangan olahraga berkuda nasional. Mengingat olahraga ini memiliki risiko yang cukup tinggi, aspek keselamatan atlet menjadi prioritas utama yang harus diperhatikan.
Transformasi yang dilakukan oleh PORDASI ini mendapat apresiasi yang baik dari Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir. Menurutnya, PORDASI telah berhasil menunjukkan arah baru sebagai organisasi olahraga yang tidak hanya berfokus pada pencapaian prestasi, tetapi juga memberikan perhatian pada pelayanan kepada para anggotanya.
“PORDASI hadir memberikan solusi. Kita tadi melihat mereka memperkenalkan website resmi yang tidak hanya menjadi sarana informasi, tetapi juga berorientasi pada pelayanan. Nantinya stable akan disertifikasi, rider juga disertifikasi, termasuk sistem pemberdayaan untuk meningkatkan standar mutu para ahli kuda melalui kerja sama dengan berbagai pihak,” ujar Erick Thohir.
Erick Thohir menilai bahwa langkah-langkah yang diambil oleh PORDASI merupakan fondasi yang kuat untuk membangun olahraga berkuda yang berkelanjutan dan mampu bersaing di kancah internasional.
Dengan berbagai program yang sedang dijalankan, mulai dari digitalisasi layanan, sertifikasi, pembinaan atlet, hingga perlindungan bagi anggota, PORDASI berkomitmen untuk memastikan bahwa olahraga berkuda Indonesia terus berkembang dengan standar yang semakin tinggi.
Dalam usianya yang ke-60 tahun, PORDASI tidak hanya berfokus pada pencapaian prestasi semata. Organisasi ini juga mulai menata fondasi jangka panjang agar para atlet berkuda Indonesia dapat menerima pembinaan, pelayanan, dan perlindungan yang lebih baik di masa depan.





