KabarDermayu.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencatatkan penguatan yang signifikan pada penutupan perdagangan sesi pertama, Selasa, 9 Juni 2026. Bursa saham Indonesia menunjukkan pergerakan positif dengan mayoritas saham berada di zona hijau, didorong oleh kenaikan yang merata di hampir seluruh sektor indeks.
Berdasarkan data perdagangan yang tercatat hingga siang hari, IHSG ditutup menguat sebesar 4,82 persen atau bertambah 257,604 poin, mencapai level 5.599,741.
Pergerakan indeks sejak pembukaan perdagangan berlangsung cukup dinamis. IHSG dibuka pada level 5.342 dan menunjukkan variasi sepanjang sesi. Indeks sempat menyentuh level tertinggi di 5.627 dan level terendah di 5.318 sebelum akhirnya menutup sesi pertama dengan catatan positif.
Mayoritas Saham Berada di Zona Hijau
Sentimen positif terlihat jelas dari dominasi saham yang mengalami kenaikan harga. Dari seluruh saham yang diperdagangkan pada sesi I, sebanyak 603 saham tercatat menguat.
Sementara itu, hanya 118 saham yang mengalami pelemahan. Sisanya, sebanyak 118 saham, bergerak stagnan atau tidak mengalami perubahan harga dibandingkan dengan perdagangan sebelumnya.
Dominasi saham yang menguat ini menunjukkan optimisme yang tinggi dari para pelaku pasar pada perdagangan siang ini. Kenaikan yang terjadi juga berlangsung merata di berbagai sektor, sehingga turut memberikan kontribusi signifikan terhadap laju IHSG ke level yang lebih tinggi.
BBCA, TPIA, dan BBRI Pimpin Nilai Transaksi
Dari sisi aktivitas perdagangan, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menjadi tiga emiten dengan nilai transaksi terbesar hingga penutupan sesi pertama.
Tingginya nilai transaksi yang terfokus pada saham-saham berkapitalisasi besar tersebut turut memberikan kontribusi penting terhadap penguatan indeks secara keseluruhan.
Aktivitas perdagangan yang terpusat pada saham-saham unggulan ini juga mencerminkan tingginya minat investor terhadap emiten-emiten yang memiliki fundamental kuat dan likuiditas yang baik.
Seluruh Sektor Kompak Menguat
Penguatan IHSG pada sesi pertama ini didukung penuh oleh kenaikan seluruh indeks sektoral yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.
Sektor industri menjadi salah satu sektor yang mencatat kenaikan terbesar dengan pertumbuhan mencapai 5,93 persen. Sektor bahan baku atau basic materials menyusul di belakangnya dengan penguatan sebesar 5,71 persen.
Berikut adalah rincian kinerja indeks sektoral pada perdagangan sesi I:
- IDXINDUST naik 5,93 persen
- IDXBASIC naik 5,71 persen
- IDXENERGY naik 5,08 persen
- IDXNONCYC naik 4,24 persen
- IDXFINANCE naik 4,17 persen
- IDXINFRA naik 4,08 persen
- IDXCYCLIC naik 3,89 persen
- IDXTRANS naik 3,54 persen
- IDXPROPERT naik 3,44 persen
- IDXTECHNO naik 1,94 persen
- IDXHEALTH naik 1,62 persen
Kenaikan yang merata di seluruh sektor ini menunjukkan bahwa penguatan pasar tidak hanya ditopang oleh kelompok saham tertentu, melainkan terjadi secara luas di berbagai lini industri.
LQ45 dan IDX30 Catat Lonjakan di Atas 5 Persen
Selain IHSG, sejumlah indeks utama lainnya juga mencatat penguatan yang cukup tinggi hingga akhir sesi pertama.
Indeks LQ45, yang terdiri dari saham-saham unggulan dan paling likuid di Bursa Efek Indonesia, mengalami kenaikan sebesar 5,62 persen, mencapai level 556,717.
Sementara itu, Jakarta Islamic Index (JII), yang berisi saham-saham syariah pilihan, menguat sebesar 5,67 persen dan berada di level 337,568.
Kinerja positif juga terlihat pada IDX30, yang ditutup dengan kenaikan 5,79 persen ke level 315,577.
Tidak hanya itu, indeks MNC36 turut bergerak menguat sebesar 5,82 persen dan berada di level 244,927 pada penutupan sesi I.
Lonjakan yang terjadi pada berbagai indeks utama ini menegaskan bahwa penguatan pasar saham Indonesia berlangsung secara menyeluruh. Kinerja positif tidak hanya terjadi pada saham lapis tertentu, tetapi juga tercermin pada kelompok saham unggulan, saham syariah, hingga indeks berkapitalisasi besar yang menjadi acuan utama bagi investor di pasar modal domestik.





