KabarDermayu.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan Rabu, 3 Juni 2026, tercatat menguat tipis sebesar 11 poin atau 0,19 persen. IHSG dibuka pada level 6.207.
Namun demikian, Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, memprediksi bahwa IHSG berpotensi mengalami koreksi pada perdagangan hari ini.
“IHSG berpotensi kembali terkoreksi hari ini,” kata Fanny dalam riset hariannya yang dirilis pada Rabu, 3 Juni 2026.
Fanny menjelaskan bahwa pergerakan bursa saham Asia pada perdagangan Selasa, 2 Juni 2026, cenderung bervariasi. Ketidakpastian terkait perkembangan konflik di Timur Tengah menjadi sentimen yang membebani, meskipun ada sentimen positif dari sektor kecerdasan buatan (AI).
Baca juga: Air Mata Fira Pecah Ingat Perjuangan Orang Tua Nabung Umrah, Denny Sumargo: Hanania Tega Banget
Di Jepang, indeks Nikkei 225 mengalami pelemahan 0,3 persen, sementara indeks Topix turun 0,4 persen. Di Korea Selatan, indeks Kospi menunjukkan penguatan tipis 0,15 persen, namun indeks Kosdaq terkoreksi.
Sementara itu, bursa saham di kawasan Asia lainnya menunjukkan tren yang berbeda. Indeks Hang Seng Hong Kong melonjak 2,5 persen, CSI 300 China menguat 1,5 persen, dan Taiwan Taiex naik 0,5 persen. Namun, ASX 200 Australia sedikit berkurang 0,06 persen.
Faktor lain yang turut memengaruhi pergerakan pasar adalah stabilitas harga minyak mentah Brent yang tertahan di kisaran US$ 96 per barel. Hal ini terjadi setelah Lebanon mengumumkan gencatan senjata parsial antara Hezbollah dan Israel.
Langkah gencatan senjata tersebut dinilai dapat membuka peluang bagi upaya diplomatik baru untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama tiga bulan antara Amerika Serikat dan Iran.
Fanny Suherman memberikan pandangan mengenai level support dan resistance IHSG. “Support IHSG berada di level 6.000-6.100, sementara resist IHSG berada di rentang 6.200-6.300,” ujarnya.
Sebagai perbandingan, indeks-indeks saham di Wall Street, Amerika Serikat, melanjutkan tren positifnya dengan mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all-time high) pada perdagangan Selasa, 2 Juni 2026.
Indeks S&P 500 tercatat naik 0,13 persen ke level 7.609,78. Dow Jones Industrial Average juga menguat 0,45 persen, sementara Nasdaq Composite mencatat kenaikan tipis sebesar 0,03 persen.
Kenaikan signifikan di Wall Street ini terjadi di tengah pergerakan saham-saham teknologi yang beragam. Salah satu yang menjadi perhatian adalah saham Alphabet, perusahaan induk Google, yang justru turun hampir 4 persen.
Penurunan saham Alphabet terjadi setelah perusahaan tersebut mengumumkan rencana untuk menghimpun dana sebesar US$80 miliar melalui penjualan saham. Dana ini rencananya akan digunakan untuk memperkuat pengembangan di bidang kecerdasan buatan (AI).





