IHSG Menguat ke 5.924, Rupiah Perkasa Akhir Pekan 10 Juli 2026

oleh -4 Dilihat
IHSG Menguat ke 5.924, Rupiah Perkasa Akhir Pekan 10 Juli 2026

KabarDermayu.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mengakhiri pekan perdagangan, Jumat, 10 Juli 2026, dengan catatan positif. Meskipun sempat mengalami fluktuasi sepanjang hari, indeks acuan Bursa Efek Indonesia (BEI) ini akhirnya ditutup menguat, menunjukkan optimisme pasar di akhir pekan.

Berdasarkan data dari Stockbit, IHSG tercatat menguat tipis sebesar 11,92 poin atau 0,20 persen, membawanya bertengger di level 5.924,36. Sejalan dengan pergerakan IHSG, indeks LQ45 yang terdiri dari saham-saham berkapitalisasi pasar terbesar juga menunjukkan performa positif, berakhir di zona hijau dengan kenaikan 0,32 persen ke posisi 589,254.

Perdagangan saham pada hari itu mencatat nilai transaksi yang cukup signifikan, mencapai Rp8,17 triliun. Volume perdagangan pun tidak kalah ramai, dengan total 18,11 miliar lembar saham berpindah tangan melalui 1,91 juta kali transaksi.

IHSG Bertahan di Zona Hijau Menjelang Akhir Pekan

Pergerakan IHSG sepanjang sesi perdagangan Jumat kemarin memang cukup dinamis. Indeks sempat bergerak naik turun, mencerminkan sentimen pasar yang berfluktuasi. Namun, pada akhirnya, IHSG berhasil mempertahankan tren penguatannya hingga bel penutupan perdagangan.

Kinerja positif ini memberikan sentimen yang baik bagi pasar saham domestik menjelang akhir pekan. Penguatan IHSG didorong oleh pergerakan sejumlah saham unggulan yang berhasil mencatatkan kenaikan harga yang signifikan.

Saham-Saham Unggulan Memimpin Penguatan

Pada perdagangan Jumat, beberapa emiten berhasil mencuri perhatian dengan lonjakan harga sahamnya. Lima saham yang menjadi top gainers atau pencatat kenaikan tertinggi adalah:

  • PRDL (Prodia Diagnostic Line) mengalami kenaikan sebesar 56 poin atau 34,57 persen, ditutup pada level 218.
  • RANS (Rans Entertainment Indonesia) menguat 58 poin atau 34,12 persen, mencapai level 228.
  • BKDP (Bukit Darmo Property) mencatat kenaikan 26 poin atau 33,77 persen, berakhir di harga 103.
  • KONI (Perdana Bangun Pusaka) melonjak signifikan sebesar 580 poin atau 25 persen, mencapai posisi 2.900.
  • KOKA (Koka Indonesia) naik 30 poin atau 21,43 persen, ditutup pada level 170.

Penguatan kelima saham ini menjadi yang terbesar dan paling menonjol sepanjang sesi perdagangan hari itu.

Saham-Saham yang Mengalami Koreksi

Di sisi lain, tidak semua saham mencatatkan kenaikan. Terdapat pula beberapa saham yang mengalami penurunan terdalam atau menjadi top losers pada perdagangan Jumat tersebut. Beberapa di antaranya adalah:

  • JELI (Niramas Utama) turun 260 poin atau 14,81 persen, ditutup pada level 1.495.
  • BAPA (Bekasi Asri Pemula) melemah 48 poin atau 14,55 persen, berakhir di harga 282.
  • JECX (Nitrasanata Dharma) terkoreksi 230 poin atau 13,86 persen, mencapai level 1.430.
  • SKBM (Sekar Bumi) turun 90 poin atau 13,24 persen, ditutup pada level 590.
  • HATM (Habco Trans Maritima) melemah 44 poin atau 9,69 persen, berakhir di posisi 410.

Saham BBCA Mendominasi Nilai Transaksi

Dari sisi nilai transaksi, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) kembali menunjukkan dominasinya. Saham perbankan raksasa ini menjadi yang paling aktif diperdagangkan, mencatatkan nilai transaksi terbesar pada perdagangan hari itu.

Lima saham dengan nilai transaksi terbesar pada perdagangan Jumat, 10 Juli 2026, adalah:

  • BBCA (Bank Central Asia) sebesar Rp850,35 miliar.
  • BBRI (Bank Rakyat Indonesia/Persero) sebesar Rp397,62 miliar.
  • TLKM (Telkom Indonesia/Persero) sebesar Rp317,62 miliar.
  • BMRI (Bank Mandiri/Persero) sebesar Rp299,24 miliar.
  • BRPT (Barito Pacific) sebesar Rp298 miliar.

Dominasi saham-saham perbankan berkapitalisasi besar kembali terlihat jelas dalam daftar saham dengan transaksi tertinggi, mengindikasikan kepercayaan investor pada sektor ini.

BUMI Pimpin Volume Perdagangan Saham

Sementara itu, dari sisi volume perdagangan, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi yang paling banyak diperdagangkan. Aktivitas ini menunjukkan tingginya minat investor terhadap saham BUMI dalam hal jumlah lembar saham yang ditransaksikan.

Lima saham dengan volume transaksi terbesar pada hari itu adalah:

  • BUMI (Bumi Resources) sebanyak 11,19 juta lembar saham.
  • NTBK (Nusatama Berkah) sebanyak 9,70 juta lembar saham.
  • DEWA (Darma Henwa) sebanyak 6,07 juta lembar saham.
  • BNBR (Bakrie & Brothers) sebanyak 4,82 juta lembar saham.
  • MEDS (Hetzer Medical Indonesia) sebanyak 3,59 juta lembar saham.

Rupiah Ikut Menguat Terhadap Dolar AS

Pergerakan positif di pasar saham sejalan dengan penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada akhir perdagangan Jumat. Mata uang Garuda menunjukkan performa yang solid di penghujung pekan.

Rupiah ditutup pada level Rp18.050 per dolar AS, menunjukkan penguatan dibandingkan posisi pembukaan yang berada di level Rp18.085 per dolar AS. Dengan demikian, rupiah berhasil menguat 35 poin atau sekitar 0,19 persen terhadap mata uang Paman Sam.

Mayoritas Bursa Asia Juga Berakhir Positif

Sentimen positif yang mewarnai pasar keuangan domestik juga terpantul di pasar regional Asia. Mayoritas indeks saham utama di kawasan ini berhasil ditutup di zona hijau, menunjukkan optimisme yang meluas.

Pergerakan sejumlah indeks utama di Asia pada penutupan perdagangan Jumat adalah sebagai berikut:

  • Nikkei 225 (Jepang) naik 1,19 persen ke level 68.557,73.
  • Hang Seng (Hong Kong) menguat 0,60 persen ke posisi 24.175,12.
  • Straits Times (Singapura) naik 0,56 persen menjadi 5.464,36.
  • SSE Composite (China) menjadi satu-satunya indeks utama di kawasan ini yang melemah, dengan penurunan sebesar 1 persen ke level 3.996,16.

Penguatan mayoritas bursa Asia ini sejalan dengan ditutupnya IHSG di zona hijau pada perdagangan akhir pekan. Apresiasi rupiah terhadap dolar AS juga turut memperkuat sentimen positif di pasar keuangan domestik hingga penutupan perdagangan Jumat, 10 Juli 2026.