Peresmian Lima Bendungan di Lima Provinsi, Habiskan Dana Rp9,79 Triliun

oleh -17 Dilihat
Peresmian Lima Bendungan di Lima Provinsi, Habiskan Dana Rp9,79 Triliun

KabarDermayu.com – Presiden RI Prabowo Subianto pada Jumat, 10 Juli 2026 sore, meresmikan lima bendungan yang tersebar di lima provinsi berbeda di Indonesia. Proyek pembangunan bendungan ini menelan anggaran sebesar Rp9,79 triliun.

Peresmian utama dilakukan di Bendungan Meninting, yang berlokasi di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB). Acara tersebut dilaksanakan secara langsung.

Sementara itu, empat bendungan lainnya diresmikan secara daring atau melalui metode hybrid. Keempat bendungan tersebut meliputi Bendungan Keureuto dan Bendungan Rukoh di Provinsi Aceh, Bendungan Jlantah di Provinsi Jawa Tengah, serta Bendungan Sidan di Provinsi Bali.

Dalam sambutannya saat peresmian, Prabowo Subianto menyatakan, “Pada siang hari ini, Jumat, 10 Juli 2026, dengan rahmat Tuhan Yang Maha Besar, saya Prabowo Subianto Presiden RI, dengan ini saya resmikan bendungan meninting NTB, Keureuto, dan Bendungan Rukoh di Provinsi Aceh, Bendungan Jlantah, di Provinsi Jawa Tengah, serta Bendungan Sidan di Provinsi Bali.”

Presiden Prabowo menekankan bahwa pembangunan suatu bangsa, termasuk proyek infrastruktur seperti bendungan, memerlukan waktu yang panjang dan biaya yang sangat besar.

Beliau mengungkapkan rasa syukurnya atas kesempatan untuk meresmikan pembangunan bendungan-bendungan tersebut.

“Apapun, pembangunan seperti ini memerlukan waktu, memerlukan biaya, memerlukan sumber daya. Saya bersyukur bendungan ini saya yang resmikan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menyampaikan pesan penting kepada masyarakat. Ia meminta agar bendungan yang telah dibangun dapat dijaga dan dikelola dengan baik oleh masyarakat.

Tujuan utama dari pengelolaan bendungan yang baik adalah untuk memastikan ketersediaan air bagi para petani.

“Pastikan bahwa air yang dibutuhkan petani sampai ke petani. Para petani adalah produsen pangan, tanpa pangan tidak ada negara. Setiap rupiah uang rakyat harus dinikmati rakyat Indonesia,” tegasnya.

Pesan ini menggarisbawahi pentingnya peran bendungan dalam mendukung ketahanan pangan nasional, yang sangat bergantung pada produktivitas sektor pertanian.