Rizki Juniansyah: Dari Emas Olimpiade ke Seragam TNI, Mewujudkan Impian Sang Ayah

oleh -5 Dilihat
Rizki Juniansyah: Dari Emas Olimpiade ke Seragam TNI, Mewujudkan Impian Sang Ayah

KabarDermayu.com – Prestasi gemilang Rizki Juniansyah di dunia angkat besi telah membawanya meraih impian sang ayah untuk menjadi perwira Tentara Nasional Indonesia (TNI). Berkat pencapaiannya di kancah internasional, Rizki secara resmi diangkat menjadi perwira TNI oleh Presiden Prabowo Subianto.

Sejak awal tahun 2024, Rizki Juniansyah menjadi sorotan publik berkat raihan prestasinya yang luar biasa. Ia berhasil menggondol medali emas di Olimpiade Paris 2024 dan SEA Games 2025, bahkan mampu memecahkan rekor dunia di kelas yang diikutinya.

Tidak hanya mendapat apresiasi dari masyarakat Indonesia, prestasi Rizki juga membuka pintu baginya untuk bergabung menjadi perwira TNI. Rizki Juniansyah kini telah mewujudkan cita-citanya menjadi seorang perwira berpangkat Letnan Dua (Letda) di TNI Angkatan Laut (AL).

Dalam sebuah podcast di kanal YouTube Puspen TNI, Rizki membagikan kebahagiaannya karena berhasil mengharumkan nama bangsa dan institusi TNI di panggung internasional. Pencapaian paling berkesan pada tahun 2024 adalah saat Rizki meraih medali emas Olimpiade Paris 2024 di kelas 73 kg.

Perolehan medali emas ini mencetak sejarah bagi cabang olahraga angkat besi Indonesia. Rizki menjadi lifter pertama dari Indonesia yang berhasil meraih medali emas di ajang prestisius tersebut. Ia pun sempat mengambil jeda beberapa bulan untuk memulihkan diri sebelum menghadapi kejuaraan berikutnya.

Pada bulan Juli, Rizki kembali berkompetisi di Asian Weightlifting Championship di Uzbekistan dan kembali meraih medali emas serta mencatatkan rekor baru. Sekembalinya ke Indonesia, Presiden Prabowo secara langsung menyambut kedatangan para atlet. Di momen inilah Rizki menerima kabar mengenai saran untuk bergabung dengan TNI.

“Pulang dari situ langsung lah dapat laporan bahwa bapak Presiden menyarankan masuk TNI,” ungkap Rizki Juniansyah dalam tayangan YouTube Puspen TNI. Ternyata, Presiden Prabowo telah memantau Rizki sejak ia meraih medali emas di Olimpiade Paris 2024.

“Sebenarnya bapak Presiden Prabowo sudah melihat saya waktu olimpiade. Tapi kan memang eranya waktu itu berbeda, jadi kebijakannya juga berbeda. Jadi baru kemarin bapak Prabowo pas sudah menjadi Presiden mengangkat saya sebagai TNI. Alhamdulillah saya pendidikan berjalan dengan lancar semua,” jelasnya.

Keinginan Rizki untuk menjadi perwira TNI ternyata sangat kuat, sejalan dengan cita-cita sang ayah. Rizki secara resmi menjadi anggota TNI setelah kepulangannya dari kejuaraan dunia di Norwegia.

“Sangat mau, karena dulu Almarhum (ayah) pernah menyampaikan ayah itu pengen punya anaknya yang jadi perwira. Dan Alhamdulillah saya sangat-sangat ingin jadi perwira, baik di polisi maupun TNI,” terangnya.

“Alhamdulillah saya dapat rezeki di TNI dan itu sangat disarankan. Semuanya berjalan dengan baik. Pulang dari Norwegia itu langsung pendidikan di Serpong di Kodiklat dan dilantik tanggal 27 November,” sambungnya.

Karirnya di dunia militer pun berjalan mulus. Hanya dua bulan setelah dilantik menjadi perwira TNI, ia kembali meraih medali emas dan memecahkan rekor baru. “Habis dilantik sekitar 2 bulanan atau sebelum itu saya SEA Games dulu di Thailand kemarin. Alhamdulillah saya mendapat medali emas dan pecah rekor lagi, rekor dunia dari 204 kg jadi 205 kg. Itu atas nama pribadi saya,” terangnya.

“Waktu saya pulang SEA Games itu, saya langsung di WA sama Bapak Seskab, Letkol Teddy. Dia kasih selamat dan ada salam dari bapak (Prabowo Subianto). Pas kepulangan akan disambut lagi sama bapak Presiden dan sebelum berangkat kita juga dilepas oleh Bapak Presiden dan itu sangat-sangat istimewa,” lanjutnya menjelaskan.

Sesampainya di Indonesia, Rizki Juniansyah menerima kabar resmi dari Presiden Prabowo bahwa dirinya akan dianugerahi Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) menjadi Kapten. “Saya langsung dipanggil kan, disuruh berdiri, Rizki Juniansyah disebutin bahwa kamu akan diberi KPLB (Kenaikan Pangkat Luar Biasa) menjadi Kapten. Jadi dua tingkat lebih tinggi dari yang sekarang,” kata atlet angkat besi itu.

“Saya kaget dong mbak, saya langsung mau nangis. Setelah itu saya dipanggil oleh bapak Panglima, ‘sudah kamu enjoy aja, tetap latihan, karena kita mau bikin suatu organisasi buat para atlet’. Jadi kayak Batalion buat para atlet, nanti atlet-atlet itu bakal ditaruh di situ,” pungkasnya.