Jaga Inflasi 2027: Purbaya Target 1,5-3,5 Persen

oleh -10 Dilihat
Jaga Inflasi 2027: Purbaya Target 1,5-3,5 Persen

KabarDermayu.com – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyampaikan target ambisius pemerintah untuk perekonomian Indonesia pada tahun 2027. Dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) Tahun Anggaran 2027, pertumbuhan ekonomi nasional ditargetkan berada di kisaran 5,8 hingga 6,5 persen.

Target ini sejalan dengan sejumlah proyeksi penting lainnya. Suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) 10 tahun dipatok antara 6,5-7,3 persen. Nilai tukar rupiah diharapkan stabil di rentang Rp 16.800—Rp 17.500 terhadap dolar Amerika Serikat.

Yang paling disorot adalah target inflasi yang dipatok antara 1,5-3,5 persen. “Dengan strategi ekonomi yang tepat dan kebijakan fiskal yang prudent dan berkelanjutan, pemerintah optimistis perekonomian Indonesia pada tahun 2027 dapat tumbuh kuat dalam kisaran 5,8 persen hingga 6,5 persen,” ujar Purbaya dalam rapat kerja bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR RI di Senayan, Jakarta, Selasa, 9 Juni 2026.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa

Menghadapi ketidakpastian global, pemerintah telah menyiapkan serangkaian kebijakan strategis. Langkah-langkah ini mencakup menjaga stabilitas harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi dan pangan.

Selain itu, pemerintah akan menjamin ketersediaan energi dan stok beras. Pengendalian defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di bawah 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) juga menjadi prioritas.

Pemerintah juga akan meningkatkan efisiensi belanja negara. Optimalisasi penerimaan dari sumber daya alam akan dilakukan. Stimulus untuk menjaga daya beli masyarakat akan terus diberikan.

Penyerapan anggaran diharapkan dapat dipercepat. Penguatan sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter juga akan terus dilakukan. Dengan langkah-langkah ini, pemerintah optimis mencapai target.

Berikut adalah asumsi dasar ekonomi makro yang ditetapkan untuk tahun 2027:

  • Pertumbuhan ekonomi: 5,8 persen sampai 6,5 persen
  • Inflasi: 1,5 persen sampai 3,5 persen
  • Suku bunga SBN 10 tahun: 6,5 persen sampai 7,3 persen
  • Nilai tukar: Rp 16.800 sampai Rp 17.500 terhadap dolar AS
  • Harga minyak mentah Indonesia: 70 dolar AS sampai 95 dolar AS per barel
  • Lifting minyak mentah: 602.000 sampai 615.000 barel per hari
  • Lifting gas bumi: 934.000 sampai 977.000 barel setara gas bumi per hari

Purbaya menegaskan bahwa kebijakan fiskal pada tahun 2027 akan difokuskan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. Tujuannya adalah mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Postur fiskal untuk tahun 2027 telah ditetapkan dengan rincian sebagai berikut:

  • Defisit APBN: 1,8 persen hingga 2,4 persen terhadap PDB
  • Pendapatan negara: 11,82 persen hingga 12,40 persen PDB
  • Belanja negara: 13,62 persen hingga 14,80 persen PDB

Sementara itu, di bidang kesejahteraan sosial, pemerintah telah menetapkan target indikator sasaran pembangunan. Target-target ini mencakup berbagai aspek penting bagi masyarakat.

Tingkat kemiskinan ditargetkan berada di kisaran 6 persen hingga 6,5 persen. Pemerintah juga menargetkan tingkat kemiskinan ekstrem sebesar 0 persen, menunjukkan komitmen kuat untuk memberantas kemiskinan terparah.

Tingkat pengangguran terbuka (TPT) diharapkan dapat ditekan, yaitu antara 4,3 persen hingga 4,87 persen. Rasio gini, yang mengukur ketimpangan pendapatan, ditargetkan berada pada angka 0,362 hingga 0,367.

Indikator lainnya mencakup indeks modal manusia yang ditargetkan sebesar 0,575. Indeks kesejahteraan petani juga menjadi perhatian, dengan target 0,8038.

Terakhir, proporsi penciptaan lapangan kerja formal ditargetkan mencapai 40,81 persen. Angka ini menunjukkan upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas pekerjaan bagi masyarakat.