KabarDermayu.com – Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, menyoroti pentingnya forum dialog antara Indonesia dan Vietnam sebagai kunci untuk membangun masa depan ASEAN. Kehadiran delegasi Indonesia dalam ASEAN Future Forum (AFF) 2026 di Hanoi bukan sekadar partisipasi, melainkan sebuah strategi untuk memperkuat peran Indonesia dalam diskusi strategis kawasan.
Forum ini juga dimanfaatkan secara optimal untuk membangun komunikasi dan menjajaki berbagai peluang kerja sama yang lebih luas dengan mitra di Vietnam. Hal ini menunjukkan komitmen Indonesia dalam mempererat hubungan bilateral yang telah berkembang positif di berbagai sektor.
“Sepanjang rangkaian forum, delegasi Indonesia mengadakan sejumlah pertemuan dengan pemangku kepentingan Vietnam untuk membahas potensi kolaborasi yang dapat memberikan manfaat nyata bagi kedua negara. Pertemuan tersebut mencerminkan komitmen Indonesia dalam memperkuat hubungan bilateral dengan Vietnam yang selama ini berkembang positif di berbagai bidang,” ungkap Dave Laksono dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 10 Juni 2026.
Salah satu fokus utama yang dibahas adalah peningkatan hubungan perdagangan dan investasi. Kedua negara dinilai memiliki potensi besar untuk memperluas kerja sama ekonomi. Ini dapat dicapai melalui akses pasar yang lebih terbuka, penguatan rantai pasok regional, serta penciptaan iklim usaha yang kompetitif bagi pelaku bisnis.
Selain ekonomi, sektor kelautan juga menjadi agenda penting. Sebagai negara maritim di Asia Tenggara, Indonesia dan Vietnam memiliki kepentingan bersama dalam mengembangkan ekonomi biru. Keduanya juga berupaya memperkuat industri berbasis kelautan dan meningkatkan nilai tambah sektor maritim sebagai motor pertumbuhan ekonomi.
“Bidang energi juga dibahas, dengan pertukaran pandangan mengenai peluang investasi, pengembangan proyek, serta kerja sama yang mendukung ketahanan energi dan pertumbuhan berkelanjutan. Di sisi teknologi, pembahasan menekankan pentingnya transfer pengetahuan, pertukaran pengalaman, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia untuk memperkuat daya saing di era transformasi digital,” tuturnya.
Dave menegaskan bahwa seluruh pertemuan di AFF 2026 menunjukkan kesamaan visi antara Indonesia dan Vietnam. Kedua negara sepakat dalam mendorong kerja sama yang lebih erat, tidak hanya pada aspek ekonomi, tetapi juga pada pembangunan kapasitas dan inovasi.
“Kami melihat optimisme dan komitmen kuat dari berbagai pihak untuk memperluas ruang kerja sama yang saling menguntungkan. Hubungan Indonesia-Vietnam memiliki fondasi yang baik, dan diskusi di Hanoi semakin memperkuat keyakinan bahwa masih banyak peluang yang dapat dikembangkan bersama,” ujarnya.
Lebih lanjut, hasil-hasil pembahasan di AFF 2026 dinilai sejalan dengan semangat ASEAN. Semangat ini adalah untuk memperkuat konektivitas, meningkatkan daya saing kawasan, dan membangun ketahanan ekonomi di tengah berbagai tantangan global.
Kehadiran Indonesia dalam forum ini merupakan bagian dari upaya memperkuat diplomasi parlemen dan diplomasi ekonomi. Selain itu, forum ini juga membuka ruang kolaborasi yang lebih luas bagi dunia usaha, pengembangan teknologi, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
“Forum ini menunjukkan bahwa dialog dan kolaborasi tetap menjadi kunci dalam membangun masa depan ASEAN yang lebih kuat, inklusif, dan berdaya saing. Indonesia akan terus mendorong kerja sama yang konkret dan berorientasi hasil demi terciptanya kemakmuran bersama di kawasan,” tutur Dave Laksono.





