Danantara Tawarkan Investasi: Aset BUMN Aman, Dony Oskaria Tegaskan

oleh -6 Dilihat
Danantara Tawarkan Investasi: Aset BUMN Aman, Dony Oskaria Tegaskan

KabarDermayu.com – Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara memberikan jaminan bahwa aktivitas investasi yang dijalankannya tidak akan mengganggu atau membahayakan aset-aset Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Kepastian ini disampaikan langsung oleh Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, yang menekankan bahwa sejak awal pembentukannya, Danantara telah dirancang dengan mekanisme perlindungan risiko yang jelas melalui pemisahan fungsi pengelolaan aset dan investasi.

Menurut Dony, pemisahan tersebut menjadi fondasi utama dalam desain kelembagaan Danantara. Dengan skema ini, risiko yang timbul dari aktivitas investasi tidak akan berdampak langsung pada perusahaan-perusahaan negara yang berada di bawah pengelolaan Danantara.

“Dari awal kita sudah mendesain, kita pecah. Di Danantara itu ada dua, Danantara Asset Management sebagai konsolidator BUMN, dan Danantara Investment Management sebagai investment arms-nya,” ujar Dony Oskaria dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu, 14 Juni 2026.

Pernyataan ini disampaikan di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap pengelolaan aset negara dan peran Danantara sebagai lembaga yang mengelola portofolio BUMN sekaligus melakukan investasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Pengelolaan Aset dan Investasi Dibuat Terpisah

Dony menjelaskan bahwa Danantara dibangun dengan dua fungsi utama yang memiliki peran berbeda namun saling melengkapi.

Fungsi pertama dijalankan melalui Danantara Asset Management yang bertugas mengelola dan mengonsolidasikan portofolio perusahaan-perusahaan BUMN. Sementara fungsi kedua berada di bawah Danantara Investment Management yang berperan sebagai lengan investasi lembaga tersebut.

Menurutnya, pemisahan ini menjadi langkah penting untuk menjaga stabilitas dan keberlanjutan perusahaan-perusahaan negara yang menjadi bagian dari portofolio Danantara.

Dengan desain tersebut, risiko investasi tidak secara otomatis memengaruhi aset-aset BUMN yang menjadi sumber kekuatan utama Danantara.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan dan keberlanjutan Danantara sangat bergantung pada kualitas pengelolaan perusahaan-perusahaan negara yang berada di bawah naungannya.

Dana Investasi Berasal dari Dividen BUMN

Dony juga meluruskan anggapan bahwa investasi Danantara dilakukan dengan menggunakan aset pokok milik BUMN.

Menurutnya, sumber dana investasi yang digunakan bukan berasal dari aset inti perusahaan negara, melainkan dari dividen yang dihasilkan oleh BUMN yang dikelola secara sehat dan produktif.

Dengan kata lain, aset-aset BUMN tetap berada dalam pengelolaan perusahaan masing-masing, sementara hasil keuntungan berupa dividen menjadi sumber dana yang kemudian dapat diinvestasikan kembali untuk mendukung pembangunan ekonomi.

“(Aset) yang diinvestasikan adalah dividen. Dividen yang dihasilkan oleh Danantara Asset Management itu selanjutnya diinvestasikan untuk hal yang produktif seperti mempercepat pertumbuhan ekonomi kita,” ujar Dony.

Ia menilai model ini memungkinkan pemerintah memanfaatkan hasil kinerja BUMN untuk menciptakan nilai tambah baru tanpa mengorbankan aset-aset strategis negara.

Publik Perlu Memahami Desain Danantara

Di tengah berbagai sorotan terhadap tata kelola BUMN dan pengelolaan kekayaan negara, Dony menilai penting bagi masyarakat untuk memahami bagaimana struktur Danantara dirancang sejak awal.

Menurutnya, pemisahan fungsi antara pengelolaan aset BUMN dan aktivitas investasi bukan sekadar aspek teknis, melainkan bagian dari strategi utama untuk menjaga keberlangsungan lembaga dalam jangka panjang.

Karena itu, pemerintah perlu terus menjelaskan kepada masyarakat mengenai arah kebijakan, tujuan pembentukan Danantara, serta mekanisme yang diterapkan dalam mengelola aset negara.

Dengan pemahaman yang baik, publik diharapkan dapat melihat bahwa Danantara tidak dibangun untuk mempertaruhkan aset BUMN, melainkan untuk mengoptimalkan manfaat ekonomi dari hasil pengelolaan perusahaan negara.

Tata Kelola Jadi Kunci Keberhasilan

Selain menekankan pentingnya pemisahan fungsi, Dony juga menyoroti aspek tata kelola atau governance sebagai faktor yang menentukan keberhasilan Danantara ke depan.

Ia menegaskan bahwa seluruh perusahaan negara yang berada dalam portofolio Danantara harus dikelola dengan prinsip tata kelola yang baik, transparan, dan akuntabel.

Menurutnya, pengelolaan yang sehat akan menghasilkan kinerja yang kuat dan berkelanjutan, sehingga mampu memberikan dividen yang dapat digunakan untuk mendukung berbagai investasi produktif.

Tata kelola yang baik juga menjadi instrumen penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap pengelolaan aset negara.

Didorong Jadi Instrumen Pertumbuhan Ekonomi

Dengan struktur kelembagaan yang memisahkan fungsi pengelolaan aset dan investasi, Danantara diharapkan dapat menjalankan perannya sebagai instrumen strategis negara dalam mengoptimalkan aset nasional.

Lembaga tersebut diproyeksikan tidak hanya mengelola portofolio BUMN secara lebih terintegrasi, tetapi juga mendorong investasi yang mampu memberikan dampak ekonomi lebih luas.

Menurut Dony, prinsip kehati-hatian tetap menjadi landasan utama dalam setiap langkah yang diambil Danantara. Oleh karena itu, pemisahan fungsi, penguatan tata kelola, serta penggunaan dividen sebagai sumber investasi menjadi bagian dari strategi untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan perlindungan aset negara.

Dengan skema tersebut, Danantara menegaskan bahwa aktivitas investasi yang dilakukan tetap berada dalam koridor manajemen risiko yang terukur, sekaligus menjaga keberlanjutan BUMN sebagai fondasi utama pengelolaan aset negara. (Ant)