Laporan Keuangan Danantara: Dony Oskaria Ungkap Jadwal Rilis Terbaru

oleh -1 Dilihat
Laporan Keuangan Danantara: Dony Oskaria Ungkap Jadwal Rilis Terbaru

KabarDermayu.com – Laporan kinerja keuangan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) di tahun pertamanya beroperasi menimbulkan rasa penasaran publik. Hingga saat ini, laporan tersebut belum juga dirilis.

Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menjelaskan bahwa pihaknya akan merilis laporan keuangan tersebut setelah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) seluruh BUMN selesai dilaksanakan. Perkiraan penyelesaian RUPS ini adalah pada akhir bulan Juni.

“Sampai akhir Juni selesai semua (RUPS). Semua BUMN,” ujar Dony saat ditemui setelah menghadiri Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada Selasa, 9 Juni 2026.

Dony menambahkan bahwa laporan keuangan Danantara merupakan hasil konsolidasi dari seluruh laporan keuangan BUMN. Saat ini, Danantara masih dalam proses merapikan laporan keuangan BUMN satu per satu.

Beberapa BUMN bahkan belum melaksanakan RUPS mereka. Dony mencontohkan, “Belum selesai mereka RUPS. Misalnya Telkom baru hari ini, PLN belum.”

Oleh karena itu, Dony menjelaskan kepada publik bahwa laporan keuangan Danantara belum dirilis bukan karena ketidaktransparan. Alasan utamanya adalah proses penyelesaian pembukuan seluruh BUMN yang masih berlangsung.

Proses tersebut juga mencakup perbaikan terkait impairment atau penurunan nilai aset. “Termasuk impairmentimpairment (penurunan nilai aset) yang kami kerjakan. Setelahnya, barulah pembukuan Danantara,” jelas Dony.

Ia memberikan jaminan bahwa Danantara berkomitmen pada transparansi. Ke depannya, akan ada pembenahan besar-besaran terhadap tata kelola dan transparansi laporan keuangan seluruh perusahaan berpelat merah.

Dalam kesempatan lain, Dony menegaskan bahwa transformasi total di tubuh BUMN adalah sebuah keharusan. Hal ini demi pengelolaan aset negara yang lebih transparan dan akuntabel. Menurutnya, akar permasalahan beban keuangan BUMN selama ini berasal dari tata kelola yang kurang baik.

Dony membeberkan bahwa kekacauan dalam laporan keuangan BUMN sering kali disebabkan oleh praktik manipulasi atau rekayasa keuangan. Tujuannya adalah untuk menampilkan kinerja yang baik di permukaan, padahal tidak demikian. Akibatnya, negara dan perusahaan mengalami kerugian besar, baik karena kelalaian manajemen maupun tindakan melanggar hukum.

Mengingat skala persoalan yang begitu besar, manajemen Danantara dan BP BUMN memilih untuk mengambil langkah yang terukur. Laporan keuangan Danantara baru akan diselesaikan setelah seluruh pos keuangan BUMN yang bermasalah ditertibkan dan dihitung ulang secara objektif.

Dony memastikan bahwa fokus utama timnya saat ini adalah melakukan audit mendalam dan merapikan pencatatan aset. Tujuannya agar pencatatan tersebut mencerminkan kondisi riil di lapangan.

Ia berharap, melalui konsolidasi dan pembersihan buku ini, Danantara dapat memulai perjalanannya dengan fondasi keuangan yang sehat. Fondasi ini bebas dari beban masa lalu dan menerapkan standar transparansi yang setara dengan kelas global.