IRGC Diprediksi Raih Keuntungan Terbesar dari Pencabutan Sanksi di Balik Rencana Damai AS-Iran

oleh -5 Dilihat
IRGC Diprediksi Raih Keuntungan Terbesar dari Pencabutan Sanksi di Balik Rencana Damai AS-Iran

KabarDermayu.com – Upaya Amerika Serikat dan Iran untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir membuka potensi pemulihan ekonomi bagi Teheran.

Namun, di balik kemungkinan pencabutan sanksi dan masuknya investasi asing, muncul kekhawatiran bahwa pihak yang paling diuntungkan justru adalah Garda Revolusi Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC).

Sejumlah sumber senior di Iran mengindikasikan bahwa IRGC berada dalam posisi yang sangat strategis untuk menyerap manfaat ekonomi dari setiap pelonggaran sanksi yang disepakati dalam perundingan antara Washington dan Teheran.

Situasi ini menciptakan paradoks bagi Amerika Serikat dan sekutu Baratnya. Di satu sisi, kesepakatan damai sangat diperlukan untuk mengakhiri konflik dan memulihkan ekonomi Iran.

Namun di sisi lain, manfaat ekonomi yang timbul dari kesepakatan tersebut berpotensi memperkuat organisasi yang masih dianggap sebagai kelompok teroris oleh Amerika Serikat.

IRGC Memiliki Jejaring Bisnis yang Luas

Selama bertahun-tahun, Garda Revolusi Iran telah berkembang di tengah tekanan sanksi internasional. Organisasi elite ini berhasil membangun jaringan bisnis yang mencakup berbagai sektor strategis.

Sektor-sektor tersebut meliputi minyak dan energi, konstruksi, pelayaran, telekomunikasi, logistik, hingga pengelolaan pelabuhan.

IRGC didirikan oleh pemimpin Revolusi Iran, Ayatollah Ruhollah Khomeini, dan semakin memperkuat pengaruhnya di bawah kepemimpinan Ayatollah Ali Khamenei.

Selain memiliki peran militer dan keamanan, Garda Revolusi juga telah berkembang menjadi salah satu kekuatan ekonomi terbesar di Iran.

Posisi ini membuat IRGC dinilai memiliki kemampuan lebih besar dibandingkan pelaku usaha lainnya untuk memanfaatkan peluang ekonomi yang muncul pasca-konflik.

Menurut salah satu sumber senior Iran, IRGC merupakan pihak yang paling siap memperoleh keuntungan dari pencabutan sanksi.

Hal ini karena selama puluhan tahun, mereka telah menjadi aktor utama dalam berbagai aktivitas ekonomi yang berkembang di tengah pembatasan internasional.

Kesepakatan Damai Berpotensi Membuka Aliran Dana Besar

Kesepakatan sementara yang telah diumumkan memungkinkan adanya pengecualian terhadap sejumlah pembatasan ekspor minyak Iran.

Selain itu, jika kesepakatan yang lebih komprehensif berhasil dicapai di masa mendatang, Iran berpotensi memperoleh akses terhadap dana rekonstruksi senilai 300 miliar dolar AS.

Pencabutan sanksi ekonomi yang lebih luas juga menjadi kemungkinan.

Menurut sumber yang mengetahui situasi tersebut, pemulihan ekonomi Iran akan secara otomatis memperluas jangkauan bisnis Garda Revolusi.

Jaringan perdagangan mereka yang bernilai miliaran dolar selama ini akan semakin berkembang.

IRGC juga memiliki sayap konstruksi bernama Khatam al-Anbia yang membawahi ratusan perusahaan afiliasi.

Perusahaan-perusahaan ini terlibat dalam berbagai proyek infrastruktur, energi, telekomunikasi, industri otomotif, pariwisata, hingga sektor logistik.

Dengan keterlibatan di berbagai sektor strategis, Garda Revolusi dipandang memiliki posisi dominan dalam perekonomian Iran.

Investor Asing Berpotensi Bersinggungan dengan IRGC

Salah satu tantangan yang muncul dari kemungkinan pencabutan sanksi adalah keterkaitan antara perusahaan-perusahaan Iran dan jaringan bisnis yang berhubungan dengan IRGC.

Berdasarkan aturan investasi di Iran, perusahaan asing umumnya diwajibkan bermitra dengan perusahaan lokal.

Kondisi ini membuat banyak investor internasional berpotensi berhubungan secara langsung maupun tidak langsung dengan perusahaan yang memiliki kaitan dengan Garda Revolusi.

Situasi tersebut dapat menjadi persoalan bagi perusahaan Barat yang ingin kembali masuk ke pasar Iran.

Mantan penyelidik sanksi Departemen Keuangan Amerika Serikat, Jeremy Paner, menilai peran IRGC dalam sektor energi Iran sangat besar sehingga sulit dihindari oleh pelaku usaha asing.

Menurutnya, meskipun ekspor minyak Iran nantinya diperbolehkan dalam kerangka kesepakatan sementara, masih terdapat risiko hukum bagi perusahaan-perusahaan Amerika Serikat yang beroperasi di Iran apabila memiliki hubungan bisnis dengan entitas yang terkait dengan IRGC.

Tetap Untung Meski Sanksi Belum Dicabut Sepenuhnya

Sumber-sumber Iran juga menilai Garda Revolusi tetap akan memperoleh keuntungan meskipun kesepakatan yang lebih luas tidak tercapai dan sebagian besar sanksi tetap dipertahankan.

Pelonggaran sementara terhadap ekspor minyak dinilai sudah cukup untuk memberikan ruang ekonomi yang lebih besar bagi jaringan bisnis yang selama ini dikelola oleh IRGC.

Pengaruh ekonomi Garda Revolusi sendiri mulai berkembang pesat sejak sanksi terhadap program nuklir Iran diberlakukan pada awal tahun 2000-an.

Dalam periode tersebut, mereka membangun berbagai jaringan perdagangan, pengiriman barang, dan ekspor minyak melalui perantara maupun perusahaan cangkang.

Namun, model tersebut menghadapi tekanan lebih besar setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menarik negaranya dari kesepakatan nuklir Iran tahun 2018.

Penerapan kembali kebijakan tekanan maksimum terhadap Teheran semakin mempersempit ruang gerak untuk menghindari sanksi.

Hal ini juga meningkatkan biaya operasional jaringan ekonomi yang sebelumnya berkembang di bawah tekanan embargo.

Meski demikian, dengan kemungkinan terbukanya kembali akses perdagangan internasional dan investasi asing pasca-konflik, Garda Revolusi Iran diperkirakan tetap berada pada posisi paling strategis.

Mereka diprediksi akan memperoleh manfaat ekonomi terbesar dari setiap pelonggaran sanksi yang disepakati antara Washington dan Teheran.