Amerika Serikat Akan Hentikan Layanan Maskapai Iran, Termasuk Pengisian Bahan Bakar dan Penjualan Tiket

oleh -8 Dilihat
Amerika Serikat Akan Hentikan Layanan Maskapai Iran, Termasuk Pengisian Bahan Bakar dan Penjualan Tiket

KabarDermayu.com – Amerika Serikat berencana untuk membatasi akses maskapai penerbangan Iran terhadap fasilitas pendaratan di berbagai negara. Langkah ini merupakan bagian dari strategi Washington untuk meningkatkan tekanan terhadap Teheran dalam konteks negosiasi yang sedang berlangsung dan isu pembukaan Selat Hormuz.

Menteri Keuangan Scott Bessent menyampaikan rencana ini pada hari Kamis. Melalui unggahan di platform X, Bessent menyatakan bahwa AS akan “menutup akses maskapai penerbangan Iran ke tempat pendaratan, pengisian bahan bakar, dan penjualan tiket.” Namun, ia tidak merinci lebih lanjut mengenai detail pelaksanaan kebijakan tersebut.

Baca juga: Prabowo Dipuji Macron atas Keberaniannya dalam Isu Perdamaian Palestina

Bessent juga memberikan peringatan kepada Iran, menyatakan bahwa hanya hasil yang memuaskan dalam negosiasi yang dapat mengakhiri eskalasi situasi saat ini. Pernyataannya mengindikasikan bahwa tekanan ekonomi akan terus meningkat jika negosiasi tidak mencapai titik temu yang diinginkan.

Meskipun Bessent tidak menyebutkan secara spesifik maskapai mana yang akan terdampak, perlu dicatat bahwa Iran Air, maskapai penerbangan nasional Iran, sebelumnya telah dikenai sanksi oleh Departemen Luar Negeri AS. Selain itu, Mahan Air Iran juga telah menjadi sasaran sanksi serupa.

Langkah terbaru ini menyusul pengumuman sanksi yang dikeluarkan oleh Departemen Keuangan AS pada hari Rabu. Sanksi tersebut ditujukan kepada Otoritas Selat Teluk Arab Iran, sebuah badan baru yang dibentuk oleh Teheran untuk mengumpulkan biaya terkait perjalanan melalui Selat Hormuz.

Selat Hormuz merupakan jalur transit energi yang sangat vital. Iran secara efektif telah mengendalikan jalur ini sejak serangan yang dilancarkan oleh AS dan Israel terhadap Iran pada tanggal 28 Februari. Sejak saat itu, biaya energi global mengalami lonjakan.

Saat ini, pasukan AS dan Iran telah mematuhi gencatan senjata yang mulai berlaku sejak 8 April. Para diplomat kedua negara terus berupaya mencari penyelesaian melalui jalur negosiasi. Namun, pada hari Kamis, Amerika Serikat dan Iran dilaporkan saling melancarkan serangan, menunjukkan bahwa ketegangan masih tetap ada di lapangan.