KabarDermayu.com – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) melaporkan kinerja positif di kuartal pertama tahun 2026 dengan pertumbuhan produksi listrik yang signifikan.
Perusahaan energi panas bumi ini berhasil mencatat peningkatan produksi listrik sebesar 15,22 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy). Angka ini mencapai 1.370 gigawatt-hour (GWh) sepanjang periode Januari hingga Maret 2026.
Pencapaian ini menjadi salah satu motor penggerak utama performa PGE di awal tahun ini. Direktur Utama PGE, Ahmad Yani, menyatakan optimismenya terhadap prospek perusahaan ke depan.
“Ke depan, kami akan terus memperkuat inovasi dan praktik keberlanjutan agar PGE semakin berperan sebagai world leading geothermal producer dan geothermal center of excellence,” ujar Ahmad dalam keterangan resminya pada Jumat, 26 Juni 2026.
PGE mengelola 15 Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) dengan total kapasitas terpasang mencapai 1.932 megawatt (MW). Kapasitas ini terbagi menjadi dua bagian utama: 727 MW dioperasikan dan dikelola langsung oleh PGE, sementara 1.205 MW dikelola melalui skema Kontrak Operasi Bersama (KOB).
Dengan mengelola sekitar 70 persen dari total kapasitas terpasang panas bumi nasional, PGE memegang peranan krusial dalam mendukung sistem kelistrikan Indonesia. Lebih dari itu, kontribusi ini juga secara signifikan mempercepat transisi energi menuju sumber yang lebih ramah lingkungan.
Berkat kinerja dan komitmennya terhadap keberlanjutan, PGE baru-baru ini dianugerahi ESG Leadership Award 2026. Penghargaan ini diberikan sebagai Sector Champion untuk kategori Infrastruktur dalam forum Asia-Pacific Sustainable Business & Innovation Forum (ASBIF) 2026.
Acara bergengsi ini diselenggarakan oleh Center for Environmental, Social, and Governance Studies (CESGS) Universitas Airlangga bekerja sama dengan Research Centre for ESG dari The Hang Seng University of Hong Kong. Penghargaan ini merupakan pengakuan atas upaya konsisten PGE dalam mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di setiap lini operasional perusahaan.
Penerapan prinsip ESG oleh PGE mencakup berbagai aspek, mulai dari penguatan tata kelola perusahaan yang baik, pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab, penerapan standar keselamatan kerja yang tinggi, hingga program pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah kerja panas bumi.
“Penghargaan ESG Leadership Award ini menjadi pengakuan atas konsistensi PGE dalam menerapkan keberlanjutan sebagai bagian dari strategi bisnis dan operasional perusahaan,” jelas Ahmad.
Dalam kompetisi ESG Leadership Award 2026, PGE berhasil mengungguli sembilan perusahaan lain yang menjadi kandidat di sektor infrastruktur. Prestasi ini semakin memperkokoh posisi PGE sebagai perusahaan energi baru dan terbarukan (EBT) terdepan di Indonesia yang berkomitmen mendorong pengembangan energi panas bumi secara berkelanjutan. (Ant).





