KabarDermayu.com – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menunjukkan komitmen kuatnya dalam menyediakan akses keuangan yang inklusif dan sesuai prinsip syariah. Inisiatif ini secara khusus ditujukan untuk memberdayakan perempuan pengusaha ultra mikro yang membutuhkan dukungan modal usaha dan pendampingan berkelanjutan.
Dominasi pembiayaan berbasis syariah dalam portofolio PNM terbukti dari tingginya partisipasi program PNM Mekaar Syariah. Hingga saat ini, 73 persen dari total penyaluran pembiayaan PNM telah mengadopsi skema syariah.
Angka ini mencerminkan respons positif masyarakat terhadap layanan keuangan yang mengutamakan keadilan, transparansi, dan manfaat. Keberhasilan ini turut didukung oleh jaringan luas PNM yang terdiri dari 58 kantor cabang dan lebih dari 4.000 unit layanan Mekaar yang tersebar di 36 provinsi, 456 kabupaten/kota, bahkan hingga menjangkau lebih dari 3.700 desa dan kelurahan di seluruh Indonesia.
Direktur Bisnis dan Sumber Daya Manusia PNM, Henry Yunus Kamang Pangemanan, menjelaskan bahwa pengembangan pembiayaan syariah melampaui sekadar penawaran produk alternatif. Ini merupakan bagian integral dari misi PNM untuk menciptakan pemberdayaan yang selaras dengan kebutuhan dan nilai-nilai yang diyakini oleh masyarakat.
“Pembiayaan syariah memiliki peran strategis dalam memperluas inklusi keuangan sekaligus memperkuat pemberdayaan masyarakat. Melalui produk berbasis syariah, kami tidak hanya memberikan akses permodalan, tetapi juga menghadirkan pendampingan dan penguatan kapasitas usaha agar nasabah mampu tumbuh secara berkelanjutan, meningkatkan kesejahteraan keluarga, serta memberikan dampak sosial bagi sekitar,” ujar Henry dalam keterangan tertulisnya, Jumat 26 Juni 2026.
Berbeda dengan praktik pembiayaan konvensional, PNM menerapkan prinsip dan akad syariah yang menekankan transparansi, menghindari unsur riba, gharar, dan maysir. Hal ini bertujuan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi para nasabah dalam setiap transaksi.
Lebih dari sekadar penyediaan modal, PNM membangun ekosistem pemberdayaan yang komprehensif. Ekosistem ini mencakup pendampingan usaha, pelatihan keterampilan, pengembangan karakter, serta peningkatan literasi keuangan bagi para nasabah.
Pendekatan holistik ini menjadi kunci utama PNM dalam mendampingi perempuan prasejahtera. Tujuannya adalah agar mereka mampu mengembangkan usaha, meningkatkan pendapatan keluarga, dan secara bertahap mencapai peningkatan taraf hidup.
Dengan dukungan lebih dari 43 ribu Account Officer PNM Mekaar, yang sebagian besar adalah perempuan dan lulusan SMA sederajat, PNM optimis bahwa pembiayaan syariah akan terus memainkan peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan di Indonesia.
Ke depan, PNM berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan layanan syariah. Tujuannya adalah agar semakin banyak pengusaha ultra mikro yang memperoleh akses pembiayaan yang mudah, terjangkau, dan sesuai dengan nilai-nilai yang mereka yakini.





