KabarDermayu.com – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Buruh, Ferri Nuzarli, mengumumkan pengunduran dirinya bersama sekitar 1,3 juta anggota dan pengurus Organisasi Rakyat Indonesia (ORI). Keputusan ini diambil dilatarbelakangi oleh adanya perbedaan pandangan yang mendasar mengenai arah perjuangan partai.
Ferri Nuzarli menyampaikan hal tersebut dalam sebuah konferensi pers yang digelar di Jakarta pada hari Jumat. Ia menyatakan bahwa keputusan besar ini telah melalui berbagai pertimbangan dan evaluasi yang matang dalam kurun waktu yang panjang.
“Keputusan ini bukanlah sesuatu yang mudah untuk diambil,” ujar Ferri dalam keterangan tertulisnya. “Namun, setelah melalui berbagai pertimbangan dan evaluasi, kami melihat adanya perbedaan pandangan, sikap, serta arah perjuangan yang semakin mendasar di antara kami.”
Ia menjelaskan lebih lanjut bahwa ORI sendiri merupakan sebuah sayap politik dari Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani. Organisasi ini didirikan pada tahun 2013 dan memiliki peran penting sebagai salah satu dari sebelas organisasi inisiator dalam pendirian Partai Buruh pada Kongres I yang diselenggarakan pada Oktober 2021.
Menurut Ferri, keputusan pengunduran diri ini diambil oleh sekitar 1,3 juta anggota ORI yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia. Pengunduran diri tersebut secara resmi berlaku mulai hari Jumat ini.
“Dengan penuh kesadaran dan rasa tanggung jawab, ORI yang beranggotakan sekitar 1,3 juta orang memutuskan untuk mengundurkan diri mulai hari Jumat ini,” tegas Ferri.
Ferri Nuzarli juga menekankan bahwa proses pengunduran diri ini dilakukan secara baik-baik. Ia berharap agar hubungan persaudaraan antara ORI dan Partai Buruh tetap terjaga meskipun ada perbedaan langkah ini.
Lebih lanjut, ia telah memberikan instruksi kepada seluruh pengurus ORI yang saat ini memegang jabatan struktural di Partai Buruh. Instruksi tersebut mencakup tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota, hingga kecamatan, untuk segera menyampaikan surat pengunduran diri secara administratif.
“Hari ini kami instruksikan seluruh jajaran ORI dan KSPSI Andi Gani yang menjadi pengurus Partai Buruh untuk segera membuat surat pengunduran diri sebagai syarat administrasi,” jelasnya.
Ferri memaparkan bahwa pengurus yang mengikuti langkah pengunduran diri ini tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Beberapa daerah yang disebutkan antara lain Sumatera Utara, Riau, Jambi, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Lampung, Sumatera Barat, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Maluku, Maluku Utara, hingga Papua.
Ia mengibaratkan hubungan antara ORI dan Partai Buruh seperti sebuah rumah tangga yang telah lama menghadapi permasalahan. Meskipun berbagai upaya penyelesaian secara kekeluargaan telah dilakukan, namun tidak membuahkan hasil yang diharapkan.
“Masalah internal sebenarnya sudah cukup lama kami coba selesaikan secara kekeluargaan. Namun, persoalannya terus bertambah, hingga akhirnya, berdasarkan evaluasi dan masukan dari seluruh daerah, kami memutuskan untuk mengakhiri perjalanan ini,” ungkapnya.
Terkait dengan potensi dampak dari pengunduran diri massal ini terhadap Partai Buruh, Ferri mengklaim bahwa ORI bersama KSPSI merupakan organisasi inisiator terbesar yang turut mendirikan partai tersebut.
“Kalau ditanya berapa persen pengaruhnya, ya otomatis separuhnya,” ujar Ferri dengan lugas.
Ia juga menambahkan bahwa Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, telah mengetahui rencana pengunduran dirinya sejak Kamis malam, 25 Juni 2026.





