Aksi Duel 1 Lawan 1 di Hutan Cianjur, Pelajar Diamankan Polisi

oleh -2 Dilihat
Aksi Duel 1 Lawan 1 di Hutan Cianjur, Pelajar Diamankan Polisi

KabarDermayu.com – Aksi duel satu lawan satu antar pelajar yang videonya beredar luas di media sosial berbuntut panjang. Enam siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Cianjur, Jawa Barat, terpaksa diamankan oleh pihak Kepolisian Resor Cianjur.

Keenam pelajar tersebut diketahui berasal dari salah satu SMA di Kecamatan Cibeber dan SMK di Kecamatan Campaka. Mereka diamankan pada Sabtu, 27 Juni 2026, dan pihak sekolah serta orang tua mereka dihubungi untuk menjemput.

Kapolres Cianjur, Ajun Komisaris Besar Polisi Alexander Yurikho Hadi, menjelaskan bahwa aksi nekat tersebut dipicu oleh tren konten negatif yang marak di media sosial. Keenam pelajar yang berinisial IT, SH, MK, UJ, RD, dan KS mengaku kerap mendapat tantangan dari siswa sekolah lain.

Akibatnya, mereka sepakat untuk bertemu di sebuah lokasi di tengah hutan. Lokasi tersebut berada di wilayah perbatasan antara Kecamatan Cibeber dan Kecamatan Campaka. “Kami langsung mengamankan enam orang pelaku yang terlibat duel satu lawan satu yang videonya viral di media sosial, kami juga memanggil pihak sekolah dan orang tuanya,” ujar Alexander Yurikho Hadi pada Minggu, 28 Juni 2026.

Selain keenam pelajar yang masih aktif bersekolah, polisi juga mengamankan satu orang remaja yang sudah lulus sekolah. Remaja tersebut terekam dalam video duel yang beredar. Saat ini, keenam pelajar tersebut masih menjalani pemeriksaan intensif oleh petugas kepolisian.

Pihak kepolisian menegaskan akan memproses para pelajar sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku untuk anak. Hal ini dilakukan terutama jika ditemukan unsur pidana dalam kasus tersebut. Namun, penegasan hukum tetap diimbangi dengan upaya pembinaan.

Harapannya, para pelajar ini tidak mengulangi perbuatan serupa di kemudian hari. Untuk mencegah terulangnya kejadian serupa, pihak kepolisian mengimbau agar sekolah dan orang tua meningkatkan pengawasan serta perhatian terhadap anak-anak mereka. Pengawasan perlu dilakukan baik di lingkungan sekolah maupun di lingkungan tempat tinggal.

“Seluruh lapisan masyarakat harus ikut berperan dalam membina anak usia pelajar agar terwujud generasi emas, tidak terjebak dalam kebiasaan atau tren negatif terutama di media sosial,” tegas Alexander Yurikho Hadi.

Salah satu pelaku, IT (16), yang merupakan siswa SMA di Cibeber, mengaku sering ditantang oleh siswa dari SMK di Kecamatan Campaka melalui pesan di media sosial. Tantangan inilah yang kemudian mendorong mereka untuk membuat janji pertemuan di kawasan hutan tersebut.

“Karena sering ditantang akhirnya saya bersama teman-teman menyanggupi tantangan tersebut. Kami bertemu di hutan di dekat perbatasan Cibeber-Campaka, sempat direkam dan disebar ke media sosial,” ungkap IT menceritakan kronologi kejadian.