5 Calon Manajer Kopdes Meninggal, Terungkap 32 Peserta Hamil dan Melahirkan

oleh -23 Dilihat
5 Calon Manajer Kopdes Meninggal, Terungkap 32 Peserta Hamil dan Melahirkan

KabarDermayu.com – Fakta mengejutkan terkuak dari pelaksanaan latihan bela negara dan manajerial bagi calon peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) tahun 2026. Program ini mencakup Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP).

Dalam rangkaian pendidikan tersebut, terungkap bahwa setidaknya 32 peserta mengikuti pelatihan dalam kondisi sedang mengandung. Bahkan, salah satu peserta dilaporkan hampir melahirkan saat program masih berjalan.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Pertahanan (Kemhan), Mayor Jenderal TNI Ketut Gede Wetan Pastia, menjelaskan bahwa seluruh peserta yang sedang hamil akhirnya dipulangkan. Keputusan ini diambil atas dasar pertimbangan kemanusiaan dan kondisi kesehatan para peserta.

“Dengan pertimbangan perkembangan kesehatan yang berkembang tadi, dengan alasan kemanusiaan, ada 32 orang (peserta latsarmil) tahap pertama dipulangkan,” ujar Mayor Jenderal TNI Ketut Gede Wetan Pastia, seperti dikutip pada Minggu, 28 Juni 2026.

Mayor Jenderal TNI Ketut Gede Wetan Pastia menambahkan, sejak awal proses seleksi calon manajer KDMP dan KNMP, tidak ada aturan yang secara spesifik melarang perempuan hamil untuk mengikuti seleksi. Oleh karena itu, beberapa peserta yang memenuhi kualifikasi tetap lolos hingga tahap latihan dasar militer (latsarmil).

Meskipun dipulangkan sebelum pendidikan selesai, para peserta yang sedang hamil dipastikan tidak dinyatakan gugur dari program. Status mereka tetap memenuhi syarat dan akan diberikan kesempatan untuk mengikuti pendidikan pada gelombang berikutnya.

“Statusnya dia masih memenuhi syarat (sebagai calon manajer) dan bisa melanjutkan pada saat kegiatan pendidikan nanti ada rencananya batch berikutnya,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa ada satu peserta yang terpaksa menghentikan sementara pendidikannya karena harus melahirkan di tengah pelaksanaan latsarmil. Namun, hak peserta tersebut untuk mengikuti program tetap dijamin oleh pemerintah.

“Memang ada satu lagi bukan yang hamil saja, ada yang melahirkan. Tetap kami lanjutkan karena memang sudah proses kelahirannya berjalan secara aman. Tetap juga kami berikan hak untuk mendapatkan kegiatan pendidikan ini sampai dengan terakhir,” ungkapnya.

Pengungkapan data mengenai peserta yang hamil dan melahirkan ini disampaikan di tengah sorotan publik terhadap pelaksanaan latsarmil SPPI. Sorotan ini muncul setelah lima peserta dilaporkan meninggal dunia di lima satuan pendidikan yang berbeda.

Kelima peserta yang meninggal dunia tersebut adalah Novia Rahmadhani Sihotang, Anisa Muyassaroh, Yonanda Muhammad Taufiq, Muhammad Rifki Renaldi, dan Nola Dya Sari.

Berdasarkan penjelasan dari Kementerian Pertahanan, Anisa Muyassaroh meninggal dunia akibat heat stroke. Sementara itu, Yonanda Muhammad Taufiq meninggal karena cardiac arrest atau henti jantung. Untuk Novia Rahmadhani Sihotang, penyebab kematiannya adalah tuberkulosis.

Adapun Muhammad Rifki Renaldi dan Nola Dya Sari sebelumnya mengalami keluhan sesak napas yang disertai peningkatan suhu tubuh. Keduanya meninggal dunia setelah menjalani penanganan medis di rumah sakit rujukan.