8 Perusahaan Aset Jumbo Bersiap IPO di BEI: Siapa Saja?

oleh -2 Dilihat
8 Perusahaan Aset Jumbo Bersiap IPO di BEI: Siapa Saja?

KabarDermayu.com – Bursa Efek Indonesia (BEI) terus bersiap menyambut gelombang baru perusahaan yang akan meramaikan pasar modal. Hingga 26 Juni 2026, tercatat ada delapan perusahaan yang antre untuk melakukan penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO).

Dari delapan perusahaan tersebut, mayoritas memiliki skala aset yang signifikan. Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, merinci bahwa enam di antaranya termasuk dalam kategori perusahaan beraset jumbo, dengan nilai aset di atas Rp250 miliar.

Selain itu, satu perusahaan lainnya memiliki aset skala menengah, berkisar antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar. Sementara itu, satu perusahaan sisanya berada dalam kategori beraset kecil, dengan nilai aset di bawah Rp50 miliar. Klasifikasi skala aset ini mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 53/POJK.04/2017.

Perusahaan-perusahaan yang siap melantai di bursa ini juga datang dari berbagai sektor industri. Sektor kesehatan mendominasi dengan empat perusahaan. Diikuti oleh sektor barang konsumen primer yang menyumbang dua perusahaan.

Sementara itu, sektor barang konsumen sekunder dan sektor infrastruktur masing-masing akan diwakili oleh satu perusahaan. Keberagaman sektor ini menunjukkan geliat ekonomi yang merata di berbagai lini bisnis.

Hingga pertengahan tahun 2026, pasar modal Indonesia telah menyambut satu perusahaan yang berhasil menyelesaikan IPO. Dana yang berhasil dihimpun dari aksi korporasi tersebut mencapai Rp306 miliar. Dengan penambahan ini, total perusahaan yang tercatat di BEI kini berjumlah 957 perusahaan.

Aktivitas pasar modal tidak hanya terbatas pada IPO saham. BEI juga mencatat adanya penerbitan 71 emisi dari 43 penerbit Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS). Total dana yang berhasil dihimpun dari penerbitan EBUS ini mencapai Rp76,09 triliun hingga 26 Juni 2026.

Lebih lanjut, terdapat 48 emisi dari 33 penerbit EBUS yang masih dalam antrean untuk diterbitkan. Emisi-emisi ini juga mencakup berbagai sektor, menunjukkan minat yang tinggi dari perusahaan untuk memanfaatkan instrumen utang dan sukuk guna pendanaan.

Sementara itu, aksi korporasi lain seperti rights issue atau Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) juga menunjukkan aktivitas yang cukup dinamis. Hingga 26 Juni 2025, tercatat empat perusahaan telah berhasil menyelesaikan aksi rights issue dengan total nilai mencapai Rp3,89 triliun.

Saat ini, masih ada satu perusahaan yang berada dalam antrean untuk melaksanakan aksi rights issue. Perusahaan ini bergerak di sektor properti, yang menunjukkan potensi pengembangan di sektor tersebut.

Kehadiran perusahaan-perusahaan baru melalui IPO dan instrumen pasar modal lainnya diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Hal ini juga memberikan kesempatan bagi investor untuk berpartisipasi dalam kesuksesan perusahaan-perusahaan tersebut.

BEI terus berupaya menciptakan iklim pasar modal yang kondusif, baik bagi emiten maupun investor. Dengan semakin banyaknya perusahaan yang melantai, likuiditas pasar diharapkan meningkat, sekaligus memperkuat fondasi ekonomi Indonesia.