Kapolri Jamin Pengamanan Unjuk Rasa Berjalan Humanis, Pelaku Anarkis Diberi Tindakan Tegas

oleh -3 Dilihat
Kapolri Jamin Pengamanan Unjuk Rasa Berjalan Humanis, Pelaku Anarkis Diberi Tindakan Tegas

KabarDermayu.com – Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, memberikan penegasan mengenai sikap anggota Polri dalam pengamanan unjuk rasa. Ia memastikan bahwa personel akan bertindak secara humanis dalam setiap pengamanan aksi yang dilakukan oleh masyarakat.

Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Kapolri di hadapan Presiden RI, Prabowo Subianto, pada momen peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80. Acara tersebut diselenggarakan di Satlat Brimob Polri, Cikeas, Bogor, pada hari Rabu, 1 Juli 2026.

Kapolri Listyo Sigit Prabowo menjelaskan bahwa Polri terus melakukan transformasi untuk menghadirkan sosok personel yang humanis. Salah satu wujud nyata dari transformasi ini adalah perubahan paradigma dalam pengamanan unjuk rasa, yang kini bergeser menjadi pelayanan penyampaian pendapat.

Namun demikian, Kapolri juga menekankan bahwa sikap humanis tersebut memiliki batasan. Jika nantinya terdapat massa aksi yang menunjukkan perilaku anarkis, pihak kepolisian tidak akan ragu untuk mengambil tindakan yang tegas namun tetap terukur.

“Namun demikian, jika terdapat pelaku aksi anarkis, Polri akan melakukan tindakan tegas terukur agar kamtibmas tetap terjaga,” tegas Sigit.

Lebih lanjut, Jenderal Sigit memaparkan bahwa seluruh upaya yang dilakukan oleh Polri merupakan bagian dari ikhtiar untuk menjamin terwujudnya keamanan dalam negeri. Tujuannya adalah agar seluruh masyarakat dapat beraktivitas sehari-hari dengan rasa aman, nyaman, dan dalam suasana yang kondusif.

Dalam konteks ini, Sigit merujuk pada data The Global Safety Report 2025 yang dikeluarkan oleh Gallup. Laporan tersebut menunjukkan bahwa sebanyak 83% masyarakat Indonesia merasa aman ketika berjalan sendirian di malam hari. Hal ini mengindikasikan adanya peningkatan rasa aman di tengah masyarakat.

Selain itu, pelaksanaan tugas Polri juga semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. Hal ini tercermin dari hasil survei Litbang Kompas yang dirilis pada bulan Juni 2026.

“Survei Litbang Kompas yang dirilis pada Juni 2026 menyatakan bahwa terjadi peningkatan kepercayaan publik kepada Polri dari 76,2% menjadi 80,6%, serta 82,4% responden yakin bahwa kinerja Polri akan semakin baik di masa mendatang,” ungkap Sigit.

Jenderal Sigit menambahkan bahwa hasil positif tersebut menjadi motivasi bagi Polri untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan. Peningkatan ini penting demi mewujudkan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif.

Kapolri juga menekankan pentingnya kesiapan bangsa Indonesia dalam menyambut momentum bonus demografi. Hal ini dianggap sebagai titik tolak untuk mewujudkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang bersatu, berdaulat, maju, dan berkelanjutan.

Untuk mencapai cita-cita tersebut, dibutuhkan tekad yang kuat dari seluruh komponen bangsa untuk saling bahu-membahu. Polri menyadari bahwa semangat transformasi yang sedang dijalankan merupakan bagian tak terpisahkan dari perjuangan kolektif bangsa.

Mengutip peribahasa, “tidak ada gading yang tak retak”, Jenderal Sigit mengakui bahwa perjalanan pengabdian Polri belum sepenuhnya sempurna. Oleh karena itu, setiap kritik yang datang akan dianggap sebagai cermin untuk melakukan perbaikan.

“Setiap kritik kami pandang sebagai cermin untuk berbenah, setiap masukan kami terima sebagai dorongan untuk berubah, dan setiap harapan masyarakat kami maknai sebagai amanah demi meneguhkan darma bakti kami demi menghadirkan sosok Polri untuk masyarakat,” pungkasnya.